8 SPPG Dinonaktifkan Buntut Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

2 menit membaca View : 95
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 14 Nov 2025

Mediaraya.id – Kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Imbas dari insiden tersebut, sebanyak 8 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi dinonaktifkan sementara.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memastikan bahwa penonaktifan dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah kasus serupa terulang.

“Kalau kemarin ada 7, berarti ada tambah lagi. Sekarang ada 8 SPPG yang dinonaktifkan sejak Oktober lalu,” ujar Nanik, Jumat, 14 November 2025.

Nanik menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sejak awal munculnya kasus insiden keamanan pangan di Bandung Barat.

Pemeriksaan pun terus dilakukan untuk memastikan seluruh alur produksi makanan sesuai standar keamanan gizi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat, keracunan para siswa bukan disebabkan oleh kualitas air, melainkan tingginya kadar nitrit dalam bahan makanan yang disajikan.

Hal ini diperkuat oleh hasil rapid test dan uji air bersih yang dilakukan oleh Labkesmas Bandung Barat.

“Kesimpulan ini kami peroleh dari rapid test dan uji air bersih, serta penjelasan dari kepala SPPG,” jelas Nanik.

Ia mengungkapkan bahwa kadar nitrit tinggi ditemukan pada beberapa sampel makanan, termasuk buah melon, lotek, dan jeruk.

Konsumsi makanan dengan kandungan nitrit melebihi batas aman dapat menimbulkan gejala mual, pusing, dan rasa tidak nyaman pada perut.

“Itu yang diduga menyebabkan gejala mual dan tidak enak perut pada siswa,” tambahnya.

Nanik juga menegaskan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan kontaminasi bakteri.

Efek nitrit pada tubuh muncul lebih lambat dibandingkan gejala keracunan yang disebabkan oleh bakteri.

“Kalau bakteri biasanya spontan, misalnya dalam satu jam sudah diare. Tapi nitrit itu lebih lama efeknya,” ujarnya.

Saat ini, BGN dan pemerintah daerah tengah melakukan monitoring ketat terhadap seluruh SPPG di Bandung Barat untuk memastikan kualitas makanan dalam program MBG tetap aman dan layak dikonsumsi.***

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *