Guru Klarifikasi Setelah Sekolah Ambruk Heboh, Dr Supriadi: “Yang Mendesak Itu Renovasinya, Bukan Videonya”

2 menit membaca View : 180
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 14 Nov 2025

Mediaraya.id – Usai ambruknya atap dan plafon salah satu ruang kelas SDN 156 Kalukubodo di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, publik dikejutkan dengan munculnya video klarifikasi dari salah satu guru sekolah tersebut.

Video itu membuat warganet bersimpati karena sang guru tampak tertekan dan terkesan “terzolimi” setelah sebelumnya mengabadikan kondisi ruang kelas yang rusak parah.

Sebelumnya, video berdurasi 49 detik yang diambil oleh guru tersebut memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang lapuk dan membahayakan.

Video itu kemudian viral hingga menjadi sorotan media dan DPRD Bulukumba.

DPRD Bulukumba Sesalkan Guru Harus Klarifikasi

Menanggapi viralnya video klarifikasi tersebut, Anggota DPRD Bulukumba dari Dapil Bontobahari–Bontotiro, Dr. Supriadi, angkat bicara.

Ketua PKS Bulukumba itu menilai klarifikasi yang dilakukan guru tidak seharusnya terjadi.

“Klarifikasi seperti itu sebenarnya tidak perlu dilakukan. Guru hanya menunjukkan kondisi gedung sekolahnya demi keselamatan bersama,” tegas Dr. Supriadi, Jumat 14 November 2025.

Ia menekankan bahwa fokus semua pihak seharusnya bukan pada video yang beredar, melainkan pada kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai dan berpotensi membahayakan keselamatan murid serta tenaga pendidik.

Menurutnya, tindakan guru tersebut adalah bentuk kepedulian dan panggilan moral agar pemerintah bergerak cepat.

Sorotan Publik: Guru Terkesan Tertekan

Video klarifikasi yang tersebar menunjukkan guru yang tampak berhati-hati saat menjelaskan duduk perkara.

Banyak warganet yang menilai guru tersebut seolah berada dalam tekanan setelah videonya viral.

Mereka menganggap guru tersebut hanya ingin menyuarakan keprihatinan dan kondisi riil di lapangan.

Beberapa anggota DPRD juga mengungkapkan keheranan karena guru yang menyampaikan fakta lapangan justru merasa perlu membuat klarifikasi.

Kondisi ini memunculkan kritik bahwa seharusnya suara guru dilindungi, bukan ditekan.

Desakan Renovasi: Keselamatan Siswa Prioritas Utama

Dr. Supriadi meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pembenahan total terhadap sekolah tersebut.

“Segera benahi sekolah. Realisasikan renovasi sekolah yang ambruk itu. Ini demi keselamatan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar lebih sigap melakukan pemeriksaan berkala terhadap infrastruktur sekolah, terutama sekolah-sekolah tua di wilayah pesisir yang rawan lapuk akibat cuaca.

Insiden ambruknya atap ruang kelas ini juga memicu desakan agar DPRD dan pemerintah daerah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk memastikan tidak ada hambatan birokrasi dalam proses renovasi.

Kasus SDN 156 Kalukubodo menunjukkan betapa pentingnya keterbukaan informasi dari para guru di lapangan.

Alih-alih ditekan, mereka seharusnya diapresiasi atas keberanian menunjukkan fakta yang dapat menyelamatkan nyawa murid.

Dr. Supriadi menegaskan kembali bahwa prioritas utamanya adalah keselamatan. “Renovasi harus segera dilakukan. Jangan sampai kejadian ini terulang.” tutupnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *