Dr Supriadi Puji Desa Tamalanrea! Wakil Bontotiro Di Ajang Festival Literasi Bulukumba 2025

2 menit membaca View : 638
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 27 Nov 2025

Mediaraya.id – Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari dapil Bontotiro–Bontobahari, Dr. Supriadi, S.P., M.Si, memberikan apresiasi besar terhadap Desa Tamalanrea, yang menjadi satu-satunya perwakilan Kecamatan Bontotiro dalam Festival Literasi Kabupaten Bulukumba 2025.

Acara tersebut digelar pada 26–28 November 2025 di Perpustakaan Daerah Bulukumba dan menghadirkan berbagai inovasi literasi dari desa-desa se-Bulukumba.

Supriadi, yang juga menjabat sebagai Ketua PKS Bulukumba, hadir langsung untuk meninjau tenant literasi Desa Tamalanrea.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut mengaku bangga karena Desa Tamalanrea mampu tampil percaya diri dengan karya-karya unggulan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dalam pengembangan ekonomi lokal.

“Desa Tamalanrea hari ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana pengetahuan bisa mendorong kemajuan ekonomi masyarakat. Saya sangat bangga dengan karya anak muda Tamalanrea,”* ujar Supriadi saat berkunjung ke stan pameran.

Dalam festival tersebut, Desa Tamalanrea menampilkan tiga buku karya pemuda desa, Arif Hidayatullah Amsah, yang mengangkat kekayaan potensi UMKM lokal.

Karya-karya tersebut dinilai Supriadi sebagai bentuk literasi berbasis pemberdayaan ekonomi yang patut ditiru desa lain.

Berikut tiga karya yang dipamerkan:

1.UMKM Jagung Marning – Studi Kasus Jagung Marning Golden Corn”

Buku ini membahas perjalanan UMKM Golden Corn yang berkembang pesat di Tamalanrea, mulai dari potensi jagung lokal, proses produksi, strategi pemasaran, hingga keberhasilan produk tersebut menembus pasar.

2. UMKM Teh Bunga Telang – Potensi, Peluang, dan Proses Produksi”

Karya ini mengulas kekayaan flora Desa Tamalanrea, terutama bunga telang yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Buku ini merinci peluang usaha, manfaat bunga telang, hingga teknik produksi Butterfly Tea.

3. UMKM Minuman Jahe Merah – Peluang, Pengembangan, dan Proses Produksi

Buku ketiga menjadi dokumentasi komprehensif tentang UMKM minuman herbal J’Merta.

Di dalamnya dijelaskan potensi pasar minuman herbal, inovasi produk, serta strategi pengembangan usaha.

Supriadi menegaskan bahwa literasi harus selaras dengan pengembangan potensi desa, sehingga karya-karya seperti ini perlu didukung dan diperluas.

Ia berharap kehadiran Desa Tamalanrea di festival ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.

“Karya-karya ini membuktikan bahwa pemuda desa mampu menghasilkan produk literasi yang berdampak. Ini harus terus dikembangkan,” tambahnya.

Festival Literasi Kabupaten Bulukumba 2025 sendiri dirancang sebagai ruang kolaborasi antar desa untuk meningkatkan budaya baca, kreativitas, dan dokumentasi pengetahuan berbasis potensi lokal.

Dengan tampilnya Desa Tamalanrea di ajang ini, Bontotiro kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat kabupaten.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *