Menyeruput Kopi Dan Telur Setengah Masak, Tradisi Unik Warkop Bulukumba Yang Tak Lekang Waktu

2 menit membaca View : 170
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 21 Des 2025

Mediaraya.id – Menikmati seduhan secangkir kopi telah menjadi kebiasaan yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bukan sekadar pelepas kantuk, kopi menjelma menjadi pengikat obrolan, teman berpikir, hingga penghangat suasana di berbagai sudut kota.

Dari pagi hingga larut malam, warung kopi atau warkop selalu ramai oleh warga dengan cerita dan kesibukannya masing-masing.

Di Bulukumba, warkop tumbuh menjamur dan menjadi ruang sosial yang hidup.

Di tempat inilah petani, nelayan, pegawai, hingga anak muda bertemu tanpa sekat.

Mereka duduk sejajar, menyeruput kopi hitam panas atau kopi susu, sembari berbincang ringan tentang kehidupan sehari-hari, isu lokal, hingga rencana esok hari.

Menariknya, sejumlah warkop di Kecamatan Ujung Bulu memiliki ciri khas yang tak ditemukan di banyak daerah lain.

Selain menyajikan beragam jenis seduhan kopi, warkop-warkop ini juga menyediakan pelengkap berupa telur setengah masak yang dicampur merica dan garam, lalu diaduk hingga menyatu.

Sajian sederhana ini kerap dipesan bersamaan dengan kopi.

Bagi sebagian warga, campuran telur setengah masak tersebut dipercaya dapat menambah stamina, khususnya bagi kaum pria.

Keyakinan ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari ritual minum kopi di warkop.

Tak sedikit pelanggan yang merasa ada “sensasi berbeda” setelah menikmati kopi dan telur racik tersebut, meski semua kembali pada kepercayaan masing-masing.

Salah satu warkop yang dikenal menyajikan menu khas ini adalah Warkop Jallo yang berlokasi di Jalan Lanto Dg Pasewang, Bulukumba.

Warkop ini kerap menjadi persinggahan warga dari berbagai kalangan.

Suasananya sederhana, namun hangat tempat di mana kopi, telur, dan cerita berpadu dalam satu meja.

Di Warkop Jallo, secangkir kopi tak hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman.

Di balik kepulan asap kopi dan sendok yang beradu dengan gelas, tersimpan kebiasaan lokal yang memperkaya identitas Bulukumba.

Tradisi minum kopi dengan telur setengah masak ini menjadi bukti bahwa warkop bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang budaya yang terus hidup.

Di tengah modernisasi dan menjamurnya kafe-kafe kekinian, kebiasaan masyarakat Bulukumba menikmati kopi di warkop tetap bertahan.

Kesederhanaan rasa, keakraban suasana, dan tradisi yang menyertainya membuat secangkir kopi di Bulukumba selalu punya cerita untuk dikenang.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *