Banjir Bandang Pulau Siau, 13 Orang Meninggal Dan Tiga Korban Masih Dicari

2 menit membaca View : 21
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 06 Jan 2026

Mediaraya.id – Banjir Bandang Pulau Siau yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan serius.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro memastikan jumlah korban meninggal dunia tercatat 13 orang berdasarkan data terbaru yang diverifikasi di lapangan pada Selasa (6/1/2026) pagi.

Tiga korban dilaporkan masih dalam proses pencarian akibat Banjir Bandang Pulau Siau.

Informasi mengenai jumlah korban meninggal akibat Banjir Bandang Pulau Siau telah diluruskan oleh pemerintah daerah.

Data resmi menyebutkan angka 13 orang sebagai jumlah valid setelah dilakukan pendataan dan pengecekan langsung di lokasi terdampak.

“Sekarang yang meninggal dunia 13 orang, dan tiga masih dilakukan pencarian,” kata perwakilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam wawancara di program Sapa Indonesia Pagi di KompasTV.

Korban Luka Dan Proses Pencarian

Sebanyak 18 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat Banjir Bandang Pulau Siau.

Dua korban di antaranya telah dirujuk ke Manado guna mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan.

Proses pencarian terhadap tiga korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Bantuan personel telah dikerahkan dari kepolisian, termasuk Polda Sulawesi Utara dan tim bantuan dari Manado.

“Untuk pencarian, kami sudah mendapatkan bantuan dari Polda dan dari Manado, Sulawesi Utara, dan saat ini mereka sedang melakukan pencarian,” ujarnya.

Ratusan Warga Mengungsi Di Museum

Sebanyak 261 warga terdampak Banjir Bandang Pulau Siau telah diungsikan ke satu lokasi terpusat.

Seluruh pengungsi ditempatkan di gedung museum di Pulau Siau untuk memudahkan pendataan dan penyaluran bantuan.

Penanganan pengungsi telah dilakukan oleh pemerintah daerah dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Bantuan logistik berupa makanan, tempat tidur, selimut, dan kebutuhan dasar telah disalurkan.

Kebutuhan personel TNI dan Polri yang bertugas di lapangan telah disiapkan.

Kendala Pembersihan Material Banjir

Penanganan di lapangan masih dihadapkan pada material banjir berupa lumpur, kayu, dan batu berukuran besar di Kecamatan Siau Timur dan Kelurahan Bahu.

Fokus penanganan diarahkan pada pembersihan material, pembukaan akses jalan, dan pencarian korban.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *