Akhri Jetendra Djachrir, ASN Bulukumba dan pendiri Streotipe Indonesia, kembali merancang logo HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba.Mediaraya.id – Logo HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba bertema Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan kembali dirancang oleh Akhri Jetendra Djachrir.
Sosok yang dikenal dengan sapaan Tend tersebut merupakan aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba sekaligus pendiri komunitas kreatif Streotipe Indonesia.
Desain logo HUT ke-66 Bulukumba kembali dipercayakan kepada Tend setelah sebelumnya menjadi desainer visual peringatan hari jadi ke-63, 64, dan 65 Kabupaten Bulukumba.
Kepercayaan berulang tersebut diberikan atas konsistensi pendekatan filosofi lokal yang selalu dihadirkan dalam setiap karya visual peringatan daerah berjuluk Butta Panrita Lopi.
Logo HUT ke-66 Bulukumba didesain dengan pendekatan riset budaya dan identitas lokal.
Setiap elemen visual disebutkan memiliki makna yang berkaitan dengan karakter masyarakat Bulukumba dan arah pembangunan daerah.
Filosofi Kain Kajang Dalam Logo HUT Ke-66 Bulukumba
Proses kreatif desain logo HUT ke-66 Bulukumba diakui selalu diawali dengan riset mendalam.
Logo tidak dimaknai sebagai simbol grafis semata, tetapi diposisikan sebagai representasi nilai dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Bulukumba punya identitas budaya yang kuat. Itu yang saya jadikan pijakan setiap kali mulai merancang,” ujar Tendra Senin 2 Februari 2026.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui filosofi Kain Kajang yang diangkat dalam logo HUT ke-66 Bulukumba.
Nilai kesederhanaan, kejujuran, keteguhan prinsip, dan keselarasan hidup dengan alam digambarkan melalui dominasi warna hitam pada logo.
Warna tersebut dijelaskan sebagai representasi nilai moral masyarakat adat Ammatoa Kajang.
Peran Streotipe Indonesia Dalam Identitas Visual Bulukumba
Di luar tugas sebagai ASN, Tend dikenal sebagai pendiri Streotipe Indonesia.
Komunitas kreatif tersebut aktif memproduksi karya visual, ilustrasi, serta berbagai produk kreatif dengan identitas khas Bulukumba.
Pengembangan kreativitas lokal juga diwujudkan melalui produksi merchandise.
Salah satu produk yang dikenal luas adalah kaos “We Love Bira” yang telah menjadi oleh-oleh favorit wisatawan di Kawasan Wisata Tanjung Bira.
Produk tersebut dipasarkan melalui lapak-lapak UMKM di kawasan wisata Pantai Bira.
Keberadaan merchandise lokal tersebut dipandang sebagai bentuk kolaborasi antara kreativitas visual dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Produk ini bukan sekadar baju, tetapi cara memperkenalkan identitas Bira dan Bulukumba kepada wisatawan,” kata Tend.
Konsistensi Desainer Logo HUT Bulukumba
Perjalanan Tend sebagai perancang logo HUT Bulukumba disebutkan bermula sejak pengerjaan logo HUT ke-63.
Proses perancangan setiap tahun diakui semakin menantang seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat dan pemerintah terhadap identitas visual daerah.
Tantangan tersebut dipandang sebagai tanggung jawab kreatif.
“Setiap logo adalah cerita dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya logo HUT ke-66 Bulukumba, kontribusi visual Tend kembali tercatat dalam sejarah peringatan hari jadi Kabupaten Bulukumba.
Konsistensi karya disebut turut memperkuat citra daerah melalui pendekatan budaya dan nilai lokal.***
Tidak ada komentar