Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menanam bibit pohon produktif usai Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Dannuang, Kecamatan Ujungloe, Rabu (20/5/2026), sebagai simbol kepedulian lingkungan dan investasi masa depan.Mediaraya.id – Deretan bibit mangga, nangka, dan sukun tampak berjajar di pinggir Lapangan Dannuang, Kecamatan Ujungloe, Rabu (20/5/2026).
Sesaat setelah Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 selesai digelar, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, langsung mengajak jajaran pemerintah daerah dan masyarakat menanam pohon produktif sebagai simbol kebangkitan yang tidak berhenti pada seremoni.
Peringatan Harkitnas 2026 di Kabupaten Bulukumba kali ini tampil berbeda.
Jika biasanya dipusatkan di kawasan kota, upacara justru digelar di Lapangan Dannuang, Kecamatan Ujungloe.
Sebanyak 27 pohon produktif ditanam di sekitar lokasi upacara sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan edukasi lingkungan kepada masyarakat desa.
Tema nasional Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, diterjemahkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba tidak hanya melalui pidato kebangsaan, tetapi juga lewat aksi nyata menjaga lingkungan dan ketahanan pangan.
Harkitnas 2026 Bulukumba Hadirkan Nuansa Berbeda
Pagi itu, suasana Lapangan Dannuang terasa lebih hidup dibanding peringatan hari besar biasanya.
Aparatur sipil negara, TNI-Polri, pelajar, hingga kepala desa berkumpul di tengah hamparan lapangan yang dikelilingi pepohonan hijau khas pedesaan Ujungloe.
Pemindahan lokasi upacara dari pusat kota ke kecamatan dinilai memberi pesan kuat bahwa semangat kebangkitan nasional harus tumbuh hingga ke desa-desa.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang akrab disapa Andi Utta, menyebut kegiatan penanaman pohon menjadi bagian penting dari rangkaian Harkitnas karena memiliki nilai edukasi jangka panjang.
“Selain menjaga lingkungan, tanam pohon juga investasi masa depan. Pohon yang ditanam hari ini nantinya bisa dinikmati hasilnya,” ujar Andi Utta.
Pernyataan itu disambut antusias para peserta upacara.
Sejumlah kepala desa bahkan terlihat ikut membantu proses penanaman pohon di sekitar lapangan.
Penanaman Pohon Jadi Simbol Kebangkitan
Sebanyak 27 pohon produktif terdiri dari mangga, nangka, dan sukun ditanam di sepanjang pinggir Lapangan Dannuang.
Pemilihan pohon produktif bukan tanpa alasan. Selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, pohon tersebut diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba menjadikan gerakan tanam pohon sebagai agenda rutin setiap peringatan Harkitnas.
Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan di Lapangan Ponre, Kecamatan Gantarang.
Langkah ini dinilai menjadi pendekatan yang lebih membumi dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Tidak hanya berbicara tentang sejarah dan nasionalisme, tetapi juga menyentuh isu lingkungan, ketahanan pangan, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Andi Utta meminta seluruh pohon yang telah ditanam dapat dirawat secara bersama-sama agar tumbuh subur dan memberi manfaat jangka panjang.
“Jangan hanya ditanam lalu ditinggalkan. Pohon ini harus dijaga karena akan menjadi warisan untuk masyarakat ke depan,” katanya.
Tema “Jaga Tunas Bangsa” Dinilai Relevan
Dalam upacara tersebut, Andi Muchtar Ali Yusuf membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.
Tema Harkitnas ke-118, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, terutama dalam membangun generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap lingkungan.
Momentum tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Bulukumba Muh Ali Saleng, Kepala Kantor Kementerian Agama Bulukumba Dr. H. Abdul Rafik, serta para kepala desa se-Kecamatan Ujungloe.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat menunjukkan bahwa peringatan Harkitnas bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang memperkuat kolaborasi membangun daerah.
Kebangkitan Nasional Dimulai Dari Desa
Pelaksanaan Harkitnas di Kecamatan Ujungloe memberi pesan simbolik bahwa pembangunan dan semangat kebangkitan nasional tidak hanya berpusat di kota.
Dari desa, pemerintah mencoba membangun kesadaran baru bahwa menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan membina generasi muda adalah bagian penting dari kedaulatan bangsa.
Di tengah perubahan iklim dan tantangan sosial yang terus berkembang, gerakan kecil seperti menanam pohon justru menjadi langkah konkret yang dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Peringatan Harkitnas 2026 di Bulukumba pun meninggalkan pesan sederhana namun kuat: kebangkitan bangsa dimulai dari tindakan nyata, sekecil apa pun itu.***
Tidak ada komentar