Apel Siaga Polres Bulukumba Pasca Operasi Ketupat 2026, Polisi Antisipasi AMARAH Dan May Day

2 menit membaca View : 21
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 30 Mar 2026

Mediaraya.id – Usai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung aman dan kondusif, apel siaga kamtibmas digelar oleh jajaran Polres Bulukumba.

Apel siaga kamtibmas Bulukumba tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Apel dilaksanakan di lapangan apel Polres Bulukumba, Senin pagi (30/3/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Kapolres Bulukumba, Restu Wijayanto.

Para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta personel Polres dan Polsek ikut dilibatkan dengan mengedepankan peran Bhabinkamtibmas.

Agenda besar seperti AMARAH, May Day, MEMAR, serta isu nasional lainnya disebut menjadi perhatian.

Kesiapsiagaan personel dinilai perlu diperkuat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman pasca Hari Raya Idulfitri.

Pengecekan Kesiapan Personel

Pengecekan langsung dilakukan terhadap kesiapan Bhabinkamtibmas.

Kendaraan dinas operasional juga diperiksa untuk memastikan kelayakan penggunaan dalam mendukung tugas lapangan.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan kesiapan pengamanan wilayah.

Apel siaga dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Amanat Kapolda Sulsel dibacakan pada kesempatan tersebut.

Soliditas dan kesiapsiagaan seluruh personel ditekankan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Instruksi Peningkatan Kewaspadaan

Situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bulukumba disebut berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Kewaspadaan tetap diminta untuk diprioritaskan.

Deteksi dini dan pemetaan potensi kerawanan diminta untuk ditingkatkan.

“Kewaspadaan harus ditingkatkan guna mengantisipasi munculnya gesekan antar kelompok masyarakat yang dipicu oleh perbedaan pandangan maupun penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat merusak stabilitas keamanan di wilayah Sulsel,” tegasnya.

Narasi negatif di media sosial disebut tidak boleh dibiarkan berkembang.

Potensi perpecahan opini publik dinilai perlu dicegah melalui penguatan patroli siber dan komunikasi publik.

Pendekatan Humanis Dalam Pengamanan

Pendekatan humanis, persuasif, dan komunikatif diminta untuk dikedepankan dalam menghadapi aksi massa.

Penindakan tegas disebut tetap dilakukan apabila terjadi pelanggaran hukum.

Prinsip profesionalitas dan akuntabilitas diminta untuk dijaga.

Pengamanan intensif juga diminta dilakukan di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, terminal, serta titik keramaian.

Koordinasi dengan instansi terkait dan tokoh masyarakat diminta untuk diperkuat.

Mengakhiri amanatnya, seluruh personel diminta melaksanakan tugas dengan tanggung jawab.

Dedikasi dan keikhlasan ditekankan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *