Atap Sekolah Ambruk di Bulukumba, Anggota DPRD PKS Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan

2 menit membaca View : 107
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 11 Nov 2025

Mediaraya.id – Peristiwa mengerikan terjadi di SDN 156 Kalukubodo, Kelurahan Benjala, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, pada Selasa, 11 November 2025.

Sejumlah murid dan guru harus dievakuasi setelah atap dan plafon salah satu ruang kelas tiba-tiba ambruk saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

Kejadian itu langsung mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Bulukumba Fraksi PKS, Dr. Supriadi, yang menilai insiden tersebut sebagai bukti lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur sekolah di daerah.

Menurutnya, keselamatan guru dan murid seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan.

“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Seharusnya Dinas Pendidikan tahu mana sekolah yang paling membutuhkan renovasi dan melakukan monitoring secara berkala,” tegas Supriadi dalam keterangannya kepada media.

Ia menilai bahwa pengawasan yang lemah dan perencanaan yang tidak matang sering kali menjadi akar masalah di balik banyaknya sekolah rusak di Bulukumba.

Lebih lanjut, Supriadi mengungkapkan bahwa selama ini program bantuan renovasi sekolah dinilai belum merata. Banyak sekolah dengan kondisi masih layak justru terus mendapatkan bantuan renovasi, sementara sekolah yang mengalami kerusakan berat dibiarkan begitu saja tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Bahkan rekan kami di Fraksi PKS, Rizal Sarip, sudah sering menyoroti hal ini,” tambah Ketua PKS Bulukumba tersebut.

Supriadi menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran anggaran pendidikan, terutama dalam konteks pemerataan pembangunan sekolah.

Ia meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba segera melakukan pendataan ulang kondisi seluruh sekolah dasar dan menengah agar insiden serupa tidak terulang.

Selain itu, Supriadi juga menyinggung soal keterbatasan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang menurutnya tidak cukup untuk membenahi infrastruktur sekolah secara menyeluruh.

“Harus lebih dari itu. Kalau perencanaan dan pengawasannya berjalan baik, kejadian seperti ini bisa dihindari,” katanya.

Insiden ambruknya atap sekolah ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memperhatikan kondisi fisik sekolah di Bulukumba.

Para orang tua murid berharap ada tindakan cepat dari pemerintah untuk melakukan perbaikan dan memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *