Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Spasial Lewat Bimtek Satu Data Geoportal

2 menit membaca View : 79
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 24 Nov 2025

Mediaraya.id – Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus mendorong transformasi digital melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Coaching Clinic Penyusunan Data Spasial pada Satu Data Geoportal, yang digelar selama tiga hari pada 17, 19, dan 24 November 2025.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Dinas PUTR sebagai Pembina Data Spasial dan Diskominfo sebagai Walidata, serta melibatkan seluruh OPD dan Kecamatan se-Bulukumba.

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Umrah Aswani, yang mewakili Sekretaris Daerah.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa digitalisasi merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan modern.

“Kita sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih digital, responsif, dan akuntabel. Geoportal adalah langkah penting dalam perjalanan itu,” ujarnya.

Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengolah, menyusun, memvalidasi, hingga mempublikasikan data spasial sesuai standar nasional.

Upaya ini sekaligus memperkuat penerapan Satu Data Indonesia (SDI) demi perencanaan pembangunan yang lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Penataan Ruang PUTR, Agus Wijaya, menjelaskan bahwa Geoportal merupakan platform yang mengintegrasikan berbagai informasi lintas OPD.

“Setiap OPD memiliki data strategis. Ketika disatukan dalam satu portal, nilai tambahnya jauh lebih besar untuk mendukung perencanaan pembangunan,” jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo, Andi Eliz Indayani, menekankan pentingnya validasi dan harmonisasi data.

“Peran walidata adalah memastikan data dari berbagai produsen data akurat, terstandar, valid, dan terpadu. Ini penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap seluruh OPD dan Kecamatan mampu memanfaatkan data spasial secara kolaboratif dan berkesinambungan.

Tata kelola data yang baik diyakini akan menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih efisien dan berdampak langsung bagi masyarakat.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *