Bundaran Pinisi, Ikon Maritim Dan Denyut Kehidupan Kota Bulukumba

2 menit membaca View : 192
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 17 Des 2025

Mediaraya.id – Bundaran Pinisi menjadi salah satu ikon paling melekat di benak masyarakat Kabupaten Bulukumba sekaligus destinasi yang mudah dikenali oleh wisatawan.

Terletak di pusat ibu kota kabupaten, bundaran ini berada tak jauh dari Kantor Bupati Bulukumba dan Lapangan Pemuda Bulukumba, menjadikannya kawasan yang strategis dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.

Keberadaan kapal Pinisi yang berdiri megah di tengah bundaran memiliki makna simbolis yang kuat.

Kapal tradisional tersebut melambangkan identitas Bulukumba sebagai daerah maritim sekaligus pusat pembuatan kapal Pinisi yang telah diakui dunia oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

Monumen ini bukan sekadar ornamen kota, tetapi pengingat akan kejayaan budaya bahari dan kebanggaan masyarakat Bulukumba.

Sejak dahulu, Bundaran Pinisi dikenal sebagai titik kumpul berbagai aktivitas dan perayaan besar.

Beragam agenda penting kerap digelar di kawasan ini, mulai dari peringatan hari nasional, kegiatan budaya dan keagamaan, hingga acara seremonial pemerintah daerah.

Tak sedikit pula momen sejarah sosial masyarakat Bulukumba tercatat berlangsung di sekitar bundaran ini.

Selain menjadi pusat perayaan, Bundaran Pinisi juga kerap dijadikan titik kumpul aksi demonstrasi dan unjuk rasa masyarakat.

Fungsinya sebagai ruang publik terbuka menjadikannya tempat yang representatif untuk menyuarakan aspirasi, sekaligus menunjukkan peran bundaran ini dalam dinamika demokrasi lokal.

Di sisi lain, Bundaran Pinisi memiliki fungsi praktis sebagai penunjuk arah utama di Bulukumba.

Bagi warga maupun pendatang, menyebut Bundaran Pinisi sering menjadi solusi paling mudah untuk menentukan arah tujuan.

Letaknya yang berada di jalur utama kota menjadikan kawasan ini patokan arah dan titik temu yang paling umum disebut.

Dalam keseharian, Bundaran Pinisi juga dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk mengabadikan momen.

Masyarakat kerap terlihat berkumpul, bersantai, berolahraga ringan, hingga sekadar menikmati suasana pusat kota.

Aktivitas yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini semakin menguatkan peran Bundaran Pinisi sebagai denyut kehidupan Kota Bulukumba yang tak pernah sepi.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *