Bupati Bulukumba Gelar Dialog Publik: Ajak Ormas Dan Media Kawal Pembangunan

3 menit membaca View : 30
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 04 Des 2025

Mediaraya.id – Untuk kesekian kalinya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf kembali menggelar Dialog Publik bersama berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba dan dihadiri pimpinan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan hingga insan pers.

Tidak hanya itu, jajaran Forkopimda Kabupaten Bulukumba, Sekda Muh. Ali Saleng, para kepala OPD, Konsultan Perencanaan, serta Konsultan Pengawas turut menghadiri dialog yang digagas oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Bulukumba.

Tahun ini dialog mengangkat tema “Mengawal Pembangunan Kabupaten Bulukumba yang Lebih Berkualitas.”

Dialog dipandu oleh Kepala Badan Kesbangpol Bulukumba, Ahmad Arfan. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah bagian penting dari proses pembangunan.

“Hari ini kita diskusikan hasil pengawasan masyarakat, maupun hasil pengawasan dari pemerintah,” ujar Ahmad Arfan sebelum mempersilakan Sekda Ali Saleng untuk memberikan pengantar dialog.

Ketua PCNU Bulukumba, Dr. H. Abdul Hakim Bohari, menjadi salah satu penanggap utama.

Ia memberikan apresiasi kepada Pemkab Bulukumba karena secara konsisten membuka ruang dialog lintas elemen.

“Kami selaku warga Kabupaten Bulukumba mengapresiasi Pemerintah Daerah yang terus berdialog dengan lintas elemen, sekaligus meminta masukan-masukan,” ujarnya.

Hakim Bohari yang juga menjabat sebagai Kepala Kemenhaj Bulukumba turut menyampaikan harapannya agar pemerintah memberi perhatian khusus pada dua lokasi religius yang sering dikunjungi para kiai dari Pulau Jawa.

“Kami banyak mendampingi tamu-tamu dari luar berkunjung ke Makam Dato Tiro di Kecamatan Bontotiro dan Ammatoa di Kecamatan Kajang. Kami berharap Pemerintah Daerah memperhatikan dua tempat tersebut, yang bukan hanya dikenal di dalam negeri saja, tapi juga dikenal di luar negeri,” jelasnya.

Peserta dialog lainnya, Musafir, menyampaikan pandangan berbeda.

Ia menilai pembangunan infrastruktur fisik selama pemerintahan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf sudah cukup memadai.

“Izin Pak Bupati, kalau bisa berhentimaki membangun. Karena kalau kita terus membangun, apa mau nabikin bupati berikutnya,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan di era ‘Dikerja Bukan Dicerita’ mencapai lompatan besar dan menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat.

“Gedung Pinisi, kawasan Pantai Merpati, dan Gedung Ammatoa yang sebentar lagi rampung menjadi ikon baru Bulukumba yang membanggakan. Jadi pembangunannya sangat luar biasa,” tambahnya.

Selain itu, sejumlah peserta lain seperti Ketua Umum Lembaga PATI Jihan, Jurnalis Harian Fajar Khaerul Fadli, perwakilan Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah turut memberi pertanyaan dan tanggapan.

Menanggapi berbagai masukan, Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan pentingnya transparansi dan pelibatan publik dalam pengawasan pembangunan.

“Saudaraku semua, saya minta kalau ada hasil temuan adanya dugaan penyimpangan, agar menyampaikan langsung ke saya. Harus by-data, selanjutnya kita sama-sama turun melihat kondisinya,” tegas Bupati yang akrab disapa Andi Utta.

Ia juga menanggapi masukan terkait Makam Dato Tiro dan budaya Ammatoa Kajang.

“Kalau tidak salah sewaktu saya ke Maroko, di sana ada jalan Dato Tiro. Itu bukti bahwa Dato Tiro dikenal luas di kalangan masyarakat muslim dunia,” ungkapnya.

Melalui forum dialog publik ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat menjaring aspirasi, mendengar langsung aduan masyarakat, serta mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul di lingkungan sosial.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Bulukumba dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, partisipatif, dan transparan.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *