Di Tengah Kecemasan Warga Kasimpureng, Kurdiansyah Anggoro Hadir Membawa Pesan Kepedulian

2 menit membaca View : 29
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 21 Des 2025

Mediaraya.id – Sabtu sore di Jalan Sungai Bialo, Kelurahan Kasimpureng, Kabupaten Bulukumba, berubah menjadi momen yang menegangkan bagi warga sekitar.

Sebuah pohon tumbang secara tiba-tiba, menghentikan aktivitas dan memunculkan rasa cemas, terutama bagi pengguna jalan dan warga yang bermukim di sekitarnya.

Namun, dari peristiwa itu justru lahir kisah human interest tentang kebersamaan dan kepedulian yang menguatkan, Sabtu (20/12/2025).

Di tengah proses pembersihan, suasana perlahan kembali tenang.

Warga bahu-membahu bersama aparat kelurahan dan tim terkait menyingkirkan batang dan ranting pohon yang melintang.

Gotong royong spontan itu menjadi penawar kecemasan, sekaligus bukti bahwa solidaritas masih hidup kuat di tengah masyarakat Kasimpureng.

Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari Fraksi NasDem, Kurdiansyah Anggoro, turut hadir di lokasi kejadian.

Anggoro tidak hanya meninjau dampak pohon tumbang, tetapi juga menyempatkan diri menyapa warga dan mendengarkan langsung cerita mereka tentang detik-detik kepanikan, upaya saling membantu, hingga harapan agar aktivitas kembali normal.

Kurdiansyah mengaku terkesan dengan respons cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bulukumba Regu III, relawan Tim SAR BPBD Bulukumba Muh. Yusuf Ucu, serta aparat kelurahan yang sigap bergerak bersama warga.

Bahkan sebelum dirinya tiba, sebagian besar pohon tumbang telah berhasil dibersihkan.

“Saya kagum. Sebelum saya datang, Pak Lurah sudah sigap bersama pak lingkung, membersihkan kayu pohon yang tumbang. Ini contoh kepedulian yang lahir dari kebersamaan,” tutur Kurdiansyah.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada relawan BPBD yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat dan cepat merespons setiap kejadian darurat.

“Luar biasa gercepnya Om Ucu menangani pohon tumbang,” tutup Anggoro.

Bagi Kurdiansyah, musibah alam bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga tentang bagaimana manusia saling menguatkan dalam situasi sulit.

Kehadirannya di lokasi menjadi penegas bahwa warga Kasimpureng tidak sendiri menghadapi dampak bencana, sekecil apa pun skalanya.

Ia berharap, sisa-sisa dampak kejadian—baik yang terlihat di jalan maupun yang tersimpan dalam perasaan warga dapat segera pulih.

Warga pun diimbau untuk tetap waspada, mengingat cuaca yang tidak menentu masih berpotensi memicu kejadian serupa.

Di bawah ranting patah dan jejak kayu yang telah disingkirkan, Kasimpureng sore itu meninggalkan pesan sederhana namun bermakna: ketika kepedulian hadir lebih dulu, musibah tak pernah benar-benar datang sendirian.***

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *