Dinkes Bulukumba Dan Yayasan NRL Gelar Pertemuan Suarakan Lawan Stigma Kusta

3 menit membaca View : 147
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 11 Des 2025

Mediaraya.id – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerjasama dengan Yayasan NRL Indonesia menggelar pertemuan multi stakeholders meeting di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis 11 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) berdialog langsung dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bulukumba dan berbagai stakeholders lainnya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membuka ruang komunikasi, memperkuat inklusi sosial, serta melawan stigma terkait kusta di masyarakat.

Pertemuan dengan OYPMK dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Baso Bintang mewakili Bupati Bulukumba.

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bulukumba H. Syamsir Paro, serta sejumlah tamu undangan.

Kusta Bisa Disembuhkan, Bukan Kutukan

Dalam pemaparannya, Amrullah menegaskan bahwa penyakit kusta sepenuhnya disebabkan oleh kuman, bukan faktor mistis atau keturunan.

“Jadi bukan seperti yang saya sebutkan di atas penyebab kusta. Saya tegaskan kusta itu murni disebabkan karena kuman. Kusta bisa disembuhkan yang penting pengobatan terus berlanjut,” jelasnya.

Ia juga menekankan ketersediaan obat kusta di seluruh Puskesmas di Bulukumba.

“Di semua Puskesmas di Bulukumba ada obat kusta, dan ada pengelola yang menangani kusta. Makanya jangan pernah berhenti minum obat sesuai dengan dosis yang diberikan,” sambung Amrullah.

Sipakatau Inklusi: Gerakan Melawan Stigma

Inisiator berkumpulnya organisasi OYPMK Bulukumba, Syamsul Imam, memperkenalkan konsep Sipakatau Inklusi, sebuah gerakan untuk memanusiakan manusia dan membantu OYPMK kembali berbaur secara normal di masyarakat.

“Ada beberapa kawan kami yang pernah mengalami kusta. Mereka belum bisa hidup bermasyarakat, dan akhirnya meninggal. Bukan karena penyakit yang dideritanya, tapi karena stigma terhadap kusta,” ujar Syamsul Imam.

Imam yang juga pernah mengalami kusta menyampaikan pengalamannya menghadiri forum internasional.

“Beberapa bulan lalu, saya menghadiri salah satu Kongres Internasional. Saya bicara di forum kongres bahwasanya OYMK masih kurang dilibatkan, karena stigma ini masih ada di masyarakat,” jelasnya.

“Sipakatau Inklusi ini bertujuan agar bisa berkumpul untuk menyuarakan hak-hak kita sebagai warga, seperti warga negara lainnya. Bulukumba harus bebas stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK,” tambah Imam.

OYPMK Curhat Lintas OPD: Dari KTP Hingga Pelatihan Kerja

Sesi diskusi yang dipandu Andi Baso Bintang menjadi ruang bagi OYPMK menyampaikan masalah yang mereka hadapi di lapangan.

Salah satunya datang dari Fikri Hamzah, yang hingga kini belum memiliki KTP maupun BPJS Kesehatan.

“Izin Bapak-Ibu, kalau bisa saya difasilitasi untuk perekaman KTP,” ungkap Fikri, sembari menyebut keinginannya bekerja di bengkel otomotif.

Permintaan tersebut langsung direspons cepat oleh perwakilan Disdukcapil Bulukumba, Suharti.

“Kalau adik Fikri sudah punya Kartu Keluarga, maka setelah kegiatan ini, kita langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk perekaman KTP. Kalau sudah perekaman hari ini, insya Allah besok KTP-nya sudah ada,” ungkap Suharti disambut tepuk tangan riuh.

Selain persoalan administrasi kependudukan, OYPMK lainnya berharap mendapatkan pelatihan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *