• Selasa, 18 Agustus 2026

Disparpora Bulukumba Gandeng Tim Riset Ciputra Makassar Susun Strategi Pariwisata Berbasis Inovasi

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Rabu, 1 Juli 2026 | 19:24 WIB
Kepala Disparpora Bulukumba Hamrina A. Muri menerima Tim Riset Ciputra Makassar di Gedung Pinisi, Selasa (30/6/2026), membahas strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kepala Disparpora Bulukumba Hamrina A. Muri menerima Tim Riset Ciputra Makassar di Gedung Pinisi, Selasa (30/6/2026), membahas strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Mediaraya.id - Kabupaten Bulukumba terus mematangkan langkah untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bulukumba dengan Tim Riset Ciputra Makassar yang membahas strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis inovasi, kepemimpinan hijau, dan penguatan sumber daya manusia.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Pinisi Kabupaten Bulukumba, Selasa (30/6/2026), menjadi forum strategis untuk menggali potensi, mengidentifikasi tantangan, sekaligus merumuskan arah pengembangan pariwisata daerah melalui pendekatan green leadership, green human capital, dan green innovation.

Ketiga konsep tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bulukumba memiliki modal yang kuat untuk mewujudkan visi tersebut.

Daerah yang dikenal sebagai Butta Panrita Lopi ini telah lama menjadi ikon budaya maritim Indonesia melalui tradisi pembuatan kapal Pinisi yang mendunia.

Di sisi lain, pesona Pantai Tanjung Bira, bentang kawasan pesisir, kekayaan budaya, kuliner khas, ekonomi kreatif, hingga keberadaan UMKM menjadi aset strategis yang terus dikembangkan sebagai satu kesatuan ekosistem pariwisata.

Kepala Disparpora Bulukumba, Hamrina A. Muri, mengatakan besarnya potensi yang dimiliki daerah harus diiringi dengan pengelolaan yang tepat agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara luas kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaannya.

"Bulukumba memiliki potensi yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari wisata bahari, budaya Pinisi, hingga kreativitas masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama," ujar Hamrina.

Hamrina juga menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat menentukan dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

Sebagai Ketua PGRI Bulukumba, ia menilai dunia pendidikan memiliki kontribusi besar dalam melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan wisata yang profesional.

"Pembangunan pariwisata juga membutuhkan penguatan pengetahuan dan kapasitas generasi muda. SDM yang unggul akan menjadi penggerak utama dalam menciptakan inovasi dan pelayanan wisata yang berkualitas," katanya.

Dalam sesi diskusi, Tim Riset Ciputra Makassar mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari tata kelola destinasi wisata, kepemimpinan daerah, peningkatan kapasitas masyarakat, inovasi produk wisata, pelestarian lingkungan, hingga model kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor usaha.

Akademisi Ciputra Makassar, Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., CPS., CHCM., CODP., menekankan bahwa manusia merupakan aset terpenting dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Menurutnya, konsep green human capital menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang memiliki kompetensi, kreativitas, serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Pariwisata berkelanjutan membutuhkan manusia yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kesadaran terhadap keberlanjutan. Green human capital menjadi kunci agar masyarakat mampu memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan inovasi baru," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa green leadership menjadi elemen penting untuk mendorong perubahan menuju tata kelola pariwisata yang lebih berkelanjutan.

"Kepemimpinan yang memiliki perspektif hijau akan mampu menggerakkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui inovasi," tambahnya.

Sementara itu, akademisi Ciputra Makassar lainnya, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., menyoroti pentingnya sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata.

Ia menilai keberhasilan destinasi wisata tidak hanya diukur dari meningkatnya angka kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah mengelola sumber daya secara bertanggung jawab sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Bulukumba memiliki modal yang kuat melalui budaya maritim, wisata bahari, dan ekonomi kreatif. Namun, keberhasilan pengembangan pariwisata membutuhkan akuntabilitas dalam pengelolaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," jelasnya.

Salmah berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat menjadi rekomendasi ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam menyusun kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih terarah, termasuk memperkuat keberlanjutan UMKM dan ekonomi masyarakat.

Di bidang komunikasi, Muh. Syulhasbiullah, S.I.Kom., M.I.Kom., menilai transformasi digital menjadi peluang besar bagi Bulukumba untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Menurutnya, kekayaan budaya Pinisi, keindahan wisata bahari, dan kearifan lokal masyarakat perlu dikemas melalui strategi komunikasi digital yang kreatif agar mampu menjangkau wisatawan nasional maupun mancanegara.

"Bulukumba memiliki cerita besar melalui budaya Pinisi, wisata bahari, dan kearifan lokal masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikomunikasikan melalui platform digital sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional maupun internasional," ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital juga dapat memperkuat promosi destinasi, meningkatkan pengalaman wisatawan, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa pembangunan pariwisata masa depan harus dilaksanakan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha.

Dengan kekuatan budaya Pinisi, pesona wisata bahari Tanjung Bira, ekonomi kreatif yang terus berkembang, serta komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul, Bulukumba dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang mampu mengintegrasikan inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan pariwisata yang berdaya saing.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Terkini

X