Dr. Supriadi Gelar Reses Di Bira, Warga Keluhkan Jalan Rusak Dan Penataan Kawasan Wisata

2 menit membaca View : 259
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 03 Des 2025

Mediaraya.id – Anggota DPRD Bulukumba, Dr. Supriadi, menggelar reses temu konstituen pada 3 Desember 2025 di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari.

Dalam agenda tersebut, sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur dan penataan kawasan wisata yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Salah satu warga, H. Andi Jamaluddin, mengungkapkan keluhan mengenai kondisi jalan Bontobahari yang sudah lama rusak dan sering dikeluhkan masyarakat.

Menurutnya, kerusakan paling parah terjadi di sekitar Bundaran Kota Bontobahari hingga are pasar.

Jamaluddin bahkan mengaku kerap melakukan penimbunan secara swadaya di depan rumahnya karena prihatin melihat kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Jamaluddin berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi nyata bagi akses jalan yang menjadi mobilitas utama masyarakat.

Selain persoalan infrastruktur, Kamaruddin, seorang pengusaha penginapan di kawasan wisata Pantai Tanjung Bira, menyampaikan perlunya penertiban lapak pedagang di area wisata.

Ia menilai penataan yang lebih baik akan meningkatkan kenyamanan wisatawan dan berdampak positif terhadap sektor pariwisata Bulukumba.

Supriadi: Aspirasi Warga Akan Diperjuangkan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dr. Supriadi, yang juga Ketua DPD PKS Bulukumba, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di parlemen.

“Insyallah aspirasi ini akan saya perjuangkan di DPRD Bulukumba. Semoga segera ada solusi terkait kerusakan jalan tersebut,” ujar Supriadi.

Ia menambahkan bahwa akses menuju Pasar Bontobahari, yang menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar kedua di Bulukumba dari sektor pasar, seharusnya mendapat fasilitas memadai, termasuk infrastruktur jalan yang layak.

Namun, Supriadi juga memaparkan bahwa sejumlah pembangunan belum dapat dimaksimalkan karena adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut membuat beberapa program prioritas mengalami penundaan.

Selain infrastruktur, Supriadi menyoroti adanya keluhan wisatawan terkait sejumlah fasilitas di kawasan Pantai Bira, salah satu destinasi unggulan Bulukumba.

Ia menegaskan akan membawa masalah ini dalam rapat monitoring dan evaluasi bersama Dinas Pariwisata.

“Akan kami bicarakan dalam rapat monitoring dan evaluasi bersama Dinas Pariwisata nantinya,” jelasnya.

Supriadi berharap penataan wisata yang lebih baik dapat mendukung peningkatan kualitas layanan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menjaga citra Bira sebagai destinasi wisata internasional.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *