DWP Bulukumba Gelar Penyuluhan Penggunaan Antibiotik Bijak, Soroti Bahaya Resistensi Bakteri

2 menit membaca View : 32
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 20 Nov 2025

Mediaraya.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Penggunaan Antibiotik yang Bijak” bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Bulukumba.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Utma Laela Warka, Sp.MK, dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dari Laboratorium RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, serta dirangkaikan dengan arisan rutin organisasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja DWP Tahun 2025 dan dihadiri oleh seluruh pengurus DWP Kabupaten Bulukumba.

Para peserta tampak kompak mengenakan seragam batik DWP sebagai identitas resmi organisasi.

Dalam paparannya, dr. Utma menegaskan bahwa antibiotik adalah obat yang bekerja untuk mengatasi infeksi akibat bakteri, bukan virus, jamur, atau parasit.

Ia menekankan perlunya kesadaran bersama dalam menggunakan antibiotik secara tepat dan bertanggung jawab.

“Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan resistensi antibiotik, yang pada akhirnya membuat infeksi lebih sulit disembuhkan,” jelasnya.

dr. Utma juga menjelaskan pentingnya mengikuti aturan pakai obat secara konsisten.

Jika dokter meresepkan obat tiga kali sehari, maka harus diminum setiap 8 jam; sedangkan dua kali sehari berarti setiap 12 jam.

Pengobatan juga wajib dihabiskan meski gejala telah hilang agar bakteri tidak kembali dan mencegah resistensi.

Ia juga menyarankan memperhatikan waktu konsumsi obat, idealnya sebelum makan, namun dapat diminum satu jam setelah makan apabila muncul ketidaknyamanan pada lambung.

Bila muncul reaksi alergi seperti ruam, mual berlebih, muntah, atau diare, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.

Materi turut menyoroti maraknya pembelian antibiotik tanpa resep dokter di masyarakat, yang menjadi salah satu pemicu meningkatnya resistensi antimikroba di tingkat komunitas.

Ketua DWP Kabupaten Bulukumba, Ny. Intang Ali Saleng, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta dan menegaskan pentingnya literasi kesehatan bagi perempuan, khususnya terkait antibiotik yang sering digunakan dalam kebutuhan keluarga.

“Kami berharap para ibu dapat menjadi contoh dalam keluarga dan masyarakat untuk bijak menggunakan antibiotik. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menjaga kesehatan bersama,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, diskusi interaktif, dan arisan internal DWP yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *