Festival Pinisi 2025 Pecahkan Dua Rekor MURI, Peserta Capai 11.172 Orang

2 menit membaca View : 73
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 26 Okt 2025

Mediaraya.id – Bulukumba kembali menjadi sorotan nasional setelah Festival Pinisi 2025 memecahkan dua Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Salah satunya adalah pemecahan rekor Minum Kopi dengan Gula Aren oleh Peserta Terbanyak, serta rekor Penggunaan Pembayaran dengan QRIS 5000 Transaksi untuk Bank Sulselbar.

Penyerahan penghargaan dilakukan Senior Manajer MURI, Triyono, masing-masing kepada Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf serta Ketua BKP Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KM Bulukumba) Hendra Pachri, sedangkan Bank Sulselbar menerima penghargaan terpisah untuk transaksi QRIS.

Target awal hanya 5.000 peserta, namun antusias masyarakat justru melampaui ekspektasi.

Jumlah peserta tercatat mencapai 11.172 orang yang membanjiri kawasan Pantai Merpati, Bulukumba, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Peserta hadir bukan hanya dari Bulukumba, tetapi juga dari kabupaten sekitar hingga luar Sulawesi, menjadikan kegiatan ini momentum promosi pariwisata dan budaya lokal.

Rekor ini merupakan inisiatif dari Badan Khusus Perwakilan Kerukunan Masyarakat Bulukumba (BKP KM Bulukumba) yang menjadi penghubung masyarakat Bulukumba di tanah rantau.

Ketua BKP KM Bulukumba, Hendra Pachri, menyebut kegiatan ini lahir dari semangat gotong royong dan kecintaan pada daerah asal.

“Kita tidak hanya memecahkan rekor, tetapi meneguhkan pesan bahwa dari secangkir kopi lokal, kita bisa membangun ekonomi, persahabatan, dan kebanggaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta memviralkan momen tersebut sebagai bentuk kebanggaan terhadap produk lokal.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyebut Festival Pinisi bukan sekadar acara budaya, tetapi telah menjadi ikon daerah yang memperkuat identitas dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Tahun demi tahun, festival ini terus berkembang menampilkan potensi budaya, pariwisata, dan kearifan lokal Bumi Panrita Lopi,” jelasnya.

Kesuksesan pemecahan rekor ini dipandang sebagai momentum memperkuat branding Bulukumba sebagai daerah wisata budaya, sekaligus mendorong promosi produk kopi lokal dan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Dengan sinergi pemerintah, perantau, komunitas kopi, dan masyarakat, Festival Pinisi dinilai berpotensi menjadi agenda nasional dengan nilai ekonomi tinggi.***

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *