Haji Isam Makin Tajir! Kekayaan Naik Rp54,7 Triliun Dalam Setahun

2 menit membaca View : 170
Avatar photo
Dion Alfarizi
Teknologi - 23 Sep 2025

Mediaraya.id – Saham-saham yang terafiliasi dengan pengusaha asal Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, kembali mencetak lonjakan fantastis pada perdagangan Senin, 22 September 2025.

Beberapa emiten saham Haji Isam bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) hingga membuat nama “crazy rich Kalimantan” itu makin jadi sorotan publik.

Saham Jhonlin Agro Raya (JARR) ditutup melejit 24,77% ke Rp 2.720 per saham dengan nilai transaksi harian Rp 45 miliar.

Kapitalisasi pasar JARR kini mencapai Rp 25,11 triliun. Sejak awal tahun, saham ini sudah melesat 777% meski sempat dua kali masuk radar bursa karena pola transaksi tak wajar dan dua kali terkena suspensi.

Tak hanya JARR, saham lain milik jaringan usaha Haji Isam, Pradiksi Gunatama (PGUN), juga meroket 10% ke Rp 7.425 per saham, menjadikan kapitalisasi pasar PGUN tembus Rp 42,60 triliun.

Sepanjang tahun berjalan, PGUN mencatat kenaikan 1.651%, menempati posisi emiten dengan kenaikan tertinggi nomor empat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.

Meski begitu, nilai transaksi harian PGUN terbilang kecil, hanya Rp 161 juta. Saham ini juga telah tiga kali masuk radar bursa dan sempat disuspensi.

Sementara itu, Dana Brata Luhur (TEBE) pada hari yang sama terkena suspensi. Namun sejak awal tahun, harga sahamnya sudah melesat 261%, semakin menambah daftar saham “gila-gilaan” di lingkaran bisnis Haji Isam.

Kenaikan saham-saham tersebut langsung berdampak pada pundi-pundi kekayaan Haji Isam. Berdasarkan perhitungan CNBC Indonesia, kekayaan yang terikat di pasar modal melalui JARR mencapai Rp19,82 triliun, PGUN Rp32,67 triliun, dan TEBE Rp2,23 triliun.

Total harta kekayaan publiknya kini menyentuh Rp54,72 triliun atau lebih dari US\$ 3,33 miliar. Fenomena lonjakan ini sekaligus menegaskan posisi Haji Isam sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh asal Kalimantan.

Namanya kini kerap disejajarkan dengan konglomerat besar nasional. Bahkan, ia sempat duduk satu meja dengan tokoh penting seperti penerus bisnis Sinar Mas Group, Franky Oesman Wijaya, hingga mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Bill Gates.

Meski sering disorot, Haji Isam tetap tergolong orang kaya baru jika dibandingkan dengan nama-nama lama seperti keluarga Salim, Wijaya, maupun Hartono.

Namun, lonjakan asetnya yang pesat membuatnya kini masuk jajaran elite pebisnis nasional dengan kekuatan besar di pasar modal.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *