iPhone Air diperkenalkan Apple sebagai model paling tipis pada lini iPhone terbaru, namun penjualannya dilaporkan tertinggal dibandingkan iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.Mediaraya.id – iPhone Air Kurang Diminati Pasar, iPhone Air dilaporkan gagal memikat pasar Amerika Serikat meskipun dihadirkan dengan desain paling tipis dan perubahan besar.
Produk terbaru Apple tersebut telah diluncurkan pada September 2025 bersamaan dengan iPhone 17 series.
Berdasarkan data riset, adopsi iPhone Air tercatat tertinggal jauh dibandingkan iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.
Data Penjualan iPhone Air Menurut Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) menunjukkan hanya 6 persen pembeli iPhone di Amerika Serikat yang memilih iPhone Air pada kuartal pertama ketersediaan penuh hingga Desember.
Angka penjualan lain memperlihatkan 22 persen konsumen membeli iPhone 17 reguler, 25 persen memilih iPhone 17 Pro, dan 27 persen membeli iPhone 17 Pro Max yang dibanderol dengan harga lebih tinggi.
Analis Menilai iPhone Air Bukan Andalan Penjualan
Sejumlah analis menyebut iPhone Air tidak dirancang sebagai produk terlaris.
Ponsel tersebut dinilai dibuat untuk memperluas variasi pilihan pembeli dan membuka jalan bagi inovasi Apple berikutnya seperti iPhone lipat.
Penerimaan pasar yang rendah terhadap iPhone Air disebut memunculkan pertanyaan mengenai strategi pengembangan produk Apple di luar jajaran iPhone standar.
Respons Apple Dan Temuan Tambahan
Permintaan komentar kepada Apple terkait penjualan iPhone Air, rencana peluncuran lanjutan, dan penyesuaian produksi tidak mendapatkan tanggapan.
Laporan CIRP juga mencatat adanya perbedaan minat konsumen yang signifikan antara iPhone Air dan model iPhone terbaru lainnya.
Survei tersebut dilakukan terhadap 500 konsumen Amerika Serikat yang membeli produk Apple antara Oktober dan Desember 2025, dengan periode pengumpulan data pada 2–21 Januari.
Produksi Dipangkas, Minat Dinilai Lemah
Laporan The Information pada November menyebutkan peluncuran generasi kedua iPhone Air sempat ditunda setelah penjualan awal dinilai tidak sesuai harapan.
Nikkei Asian Review melaporkan produksi iPhone Air telah dipangkas pada musim gugur, dengan peningkatan pesanan dialihkan ke model lain.
Josh Lowitz dari CIRP menyampaikan alasan sederhana terkait rendahnya minat konsumen.
“Orang-orang tidak peduli dengan ponsel tipis”, ucapnya.
Lowitz juga menyebut pembelian iPhone Air lebih banyak dilakukan sebagai pengganti ponsel lama, bukan karena faktor desain tipis.
Carolina Milanesi dari Creative Strategies menyatakan Apple dinilai mengalami kesulitan menghadirkan model iPhone keempat yang benar-benar diminati konsumen.
Persaingan Fitur Antar Model iPhone
Riwayat sebelumnya menunjukkan model iPhone Mini dan iPhone Plus telah dihentikan produksinya akibat permintaan yang lemah.
iPhone Air dinilai tidak unggul di banyak kategori selain ketipisan.
iPhone 17 Pro Max disebut memiliki layar terbesar, daya tahan baterai terlama, dan kamera tiga lensa.
iPhone 17 Pro hadir dengan ukuran lebih kecil dan harga lebih rendah dengan fitur serupa.
iPhone 17 reguler diposisikan sebagai model paling terjangkau dengan daya tahan baterai lebih baik dibandingkan Air.***
Tidak ada komentar