Iran Berduka! Ayatollah Ali Khamenei Meninggal, Siapa Penggantinya?

2 menit membaca View : 29
Avatar photo
Andi Fendy
Mancanegara - 01 Mar 2026

Mediraya.id – Kematian Ayatollah Ali Khamenei terjadi dalam serangan brutal Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei disebut gugur dalam status martir oleh otoritas Iran.

Situasi nasional Iran dinyatakan memasuki fase transisi pasca wafatnya pemimpin tertinggi yang memimpin sejak 1989.

Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran yang dikutip AFP, kepemimpinan transisi akan dijalankan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama dua pejabat tinggi negara.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dinilai berdampak besar terhadap stabilitas politik dan tata kelola Republik Islam Iran.

Televisi pemerintah menyebut Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei serta seorang pejabat dari dewan hukum negara akan tergabung dalam trio pengawas transisi.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan mengutip Mohammad Mokhber, salah satu penasihat utama mendiang.

Dampak Politik Dan Sejarah Kepemimpinan

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dipandang sebagai pukulan besar bagi Republik Islam Iran.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

Kepemimpinan yang dijalankan sejak 1989 membentuk arah politik kawasan setelah revolusi teokratis yang menggulingkan monarki Iran dan mengguncang Timur Tengah.

Korban Keluarga Dan Konfirmasi Media Negara

Media pemerintah Iran mengonfirmasi sejumlah anggota keluarga Khamenei turut meninggal.

Korban dilaporkan mencakup anak perempuan, cucu perempuan, menantu perempuan, serta menantu laki-laki.

Respons Garda Revolusi

Korps Garda Revolusi Iran menyampaikan duka resmi atas wafatnya Khamenei.

Pernyataan dimuat kantor berita Fars dan dikutip Aljazeera.

Pernyataan tersebut menyebut, “kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya”.

Kematian Khamenei di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan sebagai tanda legitimasi kepemimpinan dan penerimaan atas pengabdian yang tulus.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *