Kisruh Pekerja Proyek RSUD Sultan Daeng Radja Dan Warga Disebut Hanya Miskomunikasi

2 menit membaca View : 292
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 30 Nov 2025

Mediaraya.id – Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, S.Sos, menegaskan bahwa insiden keributan yang terjadi pada Sabtu malam di area pembangunan Rumah Sakit Sultan Daeng Raja Bulukumba murni dipicu oleh kesalahpahaman antara pekerja proyek dan warga sekitar.

Peristiwa ini sempat memicu aksi saling lempar batu sebelum akhirnya dapat dikendalikan aparat kepolisian.

Menurut Iptu Muhammad Ali, akar persoalan berasal dari miskomunikasi yang terjadi di tengah aktivitas pekerja bangunan proyek.

“Kami memastikan tidak ada unsur lain selain kesalahpahaman. Situasi dapat terkontrol dengan cepat,” ujarnya.

Tiga Pekerja Diduga Mabuk Diamankan Polisi

Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan tiga pekerja proyek yang didapati berada dalam pengaruh minuman keras.

Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bulukumba.

Mereka adalah:

1. SP alias P (28), buruh bangunan, warga Jl. Andi Tonro, Pa’baeng-baeng, Kota Makassar.

2. MRS alias R (18), buruh bangunan, warga Jl. Andi Tonro 4B, Pa’baeng-baeng, Kota Makassar.

3. AP alias A (17), buruh bangunan, warga Moncobalang, Kel. Karampuang, Kec. Barombong, Kab. Gowa.

Polisi menyebut ketiganya diduga dalam kondisi mabuk sehingga turut memicu ketegangan dengan warga.

Situasi Sudah Kondusif, Warga Diminta Tidak Terprovokasi

Aparat kepolisian memastikan bahwa kondisi di lokasi kejadian kini telah kembali aman dan terkendali.

Polres Bulukumba mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi. Situasi sudah kondusif” tutur Kasat Reskrim.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *