Legislator DPRD Sulsel Haslinda Wahab Tutup Usia, PKS Bulukumba Sampaikan Belasungkawa

2 menit membaca View : 312
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 07 Des 2025

Mediaraya.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan tengah diselimuti rasa duka mendalam.

Salah satu anggota dewan yang juga legislator wanita dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Haslinda Wahab, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 7 Desember 2025, setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kabar kepergian almarhumah membuat banyak pihak terkejut dan berduka, mengingat peran aktifnya selama ini dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Haslinda dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah ditemui masyarakat, dan konsisten mengawal berbagai kebijakan prorakyat.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi PKS, tetapi juga bagi DPRD Sulsel dan masyarakat yang selama ini merasakan kerja keras dan kepeduliannya.

Belasungkawa Mengalir, Dr. Supriadi: “Beliau Teladan Bagi Kami”

Ungkapan duka dan doa terus mengalir dari kolega, sahabat, hingga masyarakat luas. Salah satu yang memberikan pernyataan mendalam adalah Ketua DPD PKS Bulukumba, Dr. Supriadi.

Dalam pesannya, ia menyampaikan belasungkawa yang penuh haru:

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kepergian Ibu Haslinda Wahab adalah kehilangan besar bagi kami semua. Beliau bukan hanya seorang legislator yang berdedikasi, tetapi juga pribadi yang lembut, pekerja keras, dan tulus memperjuangkan hak-hak masyarakat. PKS dan rakyat Sulawesi Selatan kehilangan salah satu putri terbaiknya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baik beliau dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.” ucap Anggota DPRD Bulukumba tersebut.

Dr. Supriadi juga menambahkan bahwa semangat pengabdian almarhumah akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh kader PKS untuk melanjutkan perjuangan dalam melayani masyarakat.

Sosok Yang Dicintai Masyarakat

Semasa hidupnya, Haslinda Wahab dikenal dekat dengan berbagai kalangan, mulai dari komunitas perempuan, pelaku UMKM, hingga kelompok-kelompok sosial di daerah pemilihannya.

Ia kerap turun langsung mendengar keluhan warga dan memperjuangkannya di ruang sidang dewan.

Bagi banyak pihak, kepergiannya meninggalkan luka mendalam dan ruang kosong yang sulit tergantikan.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *