(Ilustrasi) merujuk pada data GoBankingRates yang mengulas lima ciri umum kelas menengah bawah dan kelas bawah dilihat dari kondisi tempat tinggal, jenis pekerjaan, tabungan, gaya hidup, dan tingkat pendidikan.Mediaraya.id – Isu kemiskinan ekstrem kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto disampaikan dalam forum internasional.
Prabowo menyebut angka kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menurun dan kini berada di titik terendah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pada forum World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss.
Penurunan kemiskinan ekstrem sejalan dengan fokus pemerintah dalam meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat.
Di tengah upaya penekanan kemiskinan, pengelompokan kelas ekonomi masyarakat kembali menjadi sorotan.
Sejumlah indikator digunakan untuk melihat posisi ekonomi individu, terutama pada kelompok kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Mengutip GoBankingRates, terdapat lima ciri yang sering dikaitkan dengan kelompok kelas menengah bawah dan kelas bawah, yakni:
1. Tempat Tinggal Jadi Penentu
Tempat tinggal dinilai sebagai salah satu pengeluaran terbesar keluarga.
Ketidakmampuan untuk tinggal di rumah yang nyaman dan aman di lingkungan layak sering dikaitkan dengan status kelas menengah bawah atau kelas bawah.
2. Jenis Pekerjaan Mencerminkan Kelas Ekonomi
Jenis pekerjaan disebut berpengaruh besar terhadap posisi ekonomi.
Mengutip GoBankingRates, pekerjaan seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, dan jasa kebersihan sering menunjukkan tingkat ekonomi lebih rendah.
Pekerjaan dengan keahlian rendah, status sementara, upah kecil, dan manfaat terbatas umumnya menempatkan pekerja pada kelas bawah.
Profesi seperti guru, perawat, akuntan, dan pekerja IT dinilai berada di antara kelas pekerja dan kelas menengah, bergantung pada senioritas dan sertifikasi.
3. Tabungan Dan Investasi Masih Terbatas
Kepemilikan tabungan dan investasi sebagai penyangga keuangan penting.
Ketidakmampuan membangun tabungan maupun rencana pensiun dinilai menjadi ciri kuat kelas bawah.
4. Gaya Hidup Jadi Pembeda
Kemampuan berlibur rutin, makan di luar, atau membeli barang baru tanpa tekanan anggaran disebut mencerminkan stabilitas finansial.
Keterbatasan untuk menikmati hal tersebut dinilai sebagai tanda kelas bawah, meski pengelolaan anggaran tetap berperan.
5. Pendidikan Menentukan Akses Ekonomi
Tingkat pendidikan tertinggi disebut menjadi indikator posisi ekonomi.
Kepemilikan gelar sarjana sering dikaitkan dengan kelas menengah.
Hambatan biaya pendidikan dinilai masih membatasi kelompok kelas bawah dalam mengakses pendidikan tinggi dan peluang kerja bergaji lebih baik.***
Tidak ada komentar