Nama Radar Selatan Kembali Dicatut Untuk Modus Penipuan

2 menit membaca View : 246
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 09 Des 2025

Mediaraya.id – Nama Radar Selatan kembali disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan modus meminta bantuan kepada pejabat di Kabupaten Bulukumba.

Aksi ini menambah daftar panjang penyalahgunaan nama media untuk kepentingan pribadi.

Kali ini, oknum menggunakan nomor WhatsApp +62857-8794-4074 dan menghubungi Dandim 1411 Bulukumba dengan mengatasnamakan wartawan Radar Selatan.

Dalam pesannya, oknum yang mengaku wartawan Radar Selatan tersebut meminta Dandim berpartisipasi dalam sebuah kegiatan yang diklaim sebagai kegiatan Radar Selatan.

Redaktur Pelaksana (Redpel) Radar Selatan, Haswandi Ashari, menegaskan bahwa pesan tersebut bukan berasal dari pihaknya.

“Saya pastikan itu bukan dari kami, tidak ada wartawan bernama Galank, dan kami juga tidak sedang menyelenggarakan kegiatan,” tegas Haswandi.

Ia menjelaskan bahwa kasus pemalsuan identitas seperti ini bukan pertama kalinya terjadi.

Sebelumnya, laporan serupa dari pejabat juga kerap masuk ke kantor Radar Selatan.

Haswandi kembali menegaskan bahwa Radar Selatan melarang keras seluruh wartawan maupun karyawannya meminta uang, bantuan, atau partisipasi dalam bentuk apa pun kepada pejabat, instansi, maupun masyarakat.

“Setiap wartawan Radar Selatan terikat oleh kode etik dan kode perilaku wartawan profesional. Tidak ada ruang untuk tindakan seperti itu,” ujarnya.

Haswandi pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika ada pihak yang mengaku wartawan Radar Selatan lalu meminta-minta dengan alasan apa pun.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada. Jika ada yang mengatasnamakan Radar Selatan untuk meminta uang, itu pasti penipuan,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian ini, Radar Selatan berharap masyarakat semakin cerdas dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mencatut nama media untuk tindakan melanggar hukum.

Iapun mengajak seluruh pihak untuk menyebarkan informasi ini agar tidak ada lagi korban berikutnya.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *