Nanik S Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)Mediaraya.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2025 dan menjadi bagian dari perombakan struktural besar di tubuh pemerintahan.
Nanik, yang dikenal sebagai tokoh perempuan tangguh dengan latar belakang jurnalistik dan sosial yang kuat, dipercaya untuk memperkuat lembaga strategis ini dalam menjawab tantangan besar bangsa: kecukupan gizi dan penurunan angka stunting.
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik Sudaryati Deyang** menapaki kariernya dari dunia jurnalistik.
Ia mengawali profesi sebagai wartawan di Tabloid Bangkit (Kompas Gramedia) sebelum mendirikan dan memimpin Kelompok Media Peluang (KMP) yang membawahi media populer seperti Femme, Info Kecantikan, Info Kuliner, dan tabloid politik The Politic.
Kiprah media itulah yang menempanya sebagai sosok vokal, kritis, dan konsisten memperjuangkan isu-isu sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Tak hanya di media, Nanik juga aktif di kegiatan sosial melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), terutama dalam pemberdayaan perempuan, anak-anak, dan masyarakat miskin.
Di ranah politik, ia dikenal sebagai salah satu penggerak Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Pemilu 2019 untuk pasangan Prabowo-Sandiaga, memperlihatkan kedekatannya dengan isu-isu rakyat kecil.
Sebelum dipercaya sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik telah lebih dulu menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2024), di mana ia berperan dalam pengawasan program-program strategis seperti makan bergizi gratis, salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Kini, bersama Badan Gizi Nasional, Nanik membawa mandat besar: memastikan perbaikan gizi nasional, menekan angka stunting, dan mewujudkan akses pangan bergizi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Penunjukan Nanik S Deyang adalah sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo serius dalam mengatasi masalah gizi masyarakat. Kombinasi antara pengalaman media, sosial, dan politik membuatnya sosok ideal untuk posisi ini.
Kisah Nanik adalah narasi tentang perempuan Indonesia yang tak hanya tangguh, tetapi juga berkomitmen pada perubahan nyata.
Ia hadir bukan hanya sebagai pemimpin birokrasi, tapi juga sebagai simbol perjuangan terhadap kesetaraan, kemanusiaan, dan kemajuan sosial. Kehadirannya di BGN membawa harapan baru: masa depan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan bergizi.***
Tidak ada komentar