Bupati Bulukumba menghadiri panen raya padi Kelompok Tani Bobo Jangang di Desa Bontoharu Kecamatan Kindang sebagai upaya penguatan ketahanan pangan daerah.Mediaraya.id – Komitmen penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Bulukumba kembali ditunjukkan melalui panen raya padi di Desa Bontoharu, Kecamatan Kindang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Bobo Jangang sebagai dampingan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Panen raya padi Bulukumba disebut sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
Panen raya padi Bulukumba di Desa Bontoharu dihadiri langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Dandim 1411 Letkol Inf Heraldo Tabasonda, Sekda Ali Saleng, Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Andi Trismiati, serta Camat Andi Amal Mattotorang.
Kehadiran unsur pimpinan daerah dinilai memperkuat perhatian terhadap sektor pertanian.
Panen raya padi Bulukumba disebut sebagai momentum penting dalam meningkatkan produktivitas petani.
Apresiasi kepada petani disampaikan atas pengelolaan lahan produktif yang terus berkembang.
Fokus peningkatan hasil panen diarahkan pada penerapan metode pertanian modern dan pendampingan intensif.
Apresiasi Untuk Petani Desa Bontoharu
Rasa syukur atas terselenggaranya panen raya disampaikan oleh Bupati.
Kerja keras petani dinilai menjadi kunci peningkatan produksi.
“Panen raya ini merupakan momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjadi bagian dari upaya besar kita dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya Senin, 30 Maret 2026.
Kelompok tani di Desa Bontoharu diberikan penghargaan karena berhasil mengelola lahan lebih dari 200 hektar.
Sebagian lahan disebut merupakan milik pribadi Bupati sejak 2018.
Peningkatan produksi dilaporkan terjadi secara bertahap setiap tahun.
Produktivitas Padi Meningkat
Metode pertanian modern disebut berkontribusi terhadap peningkatan hasil.
Produksi yang sebelumnya sekitar 3 ton per hektar dilaporkan meningkat menjadi 5 hingga 7 ton per hektar.
“Ini membuktikan bahwa tata kelola yang baik dan penggunaan metode yang tepat dapat meningkatkan hasil pertanian secara signifikan,” jelasnya.
Antisipasi Krisis Pangan Global
Ketahanan pangan ditegaskan sebagai prioritas utama.
Tantangan global termasuk potensi krisis pangan disebut perlu diantisipasi.
Pemanfaatan lahan secara maksimal dianjurkan kepada petani.
Perubahan pola pikir dalam bertani didorong menuju pendekatan terencana dan berbasis teknologi.
Kondisi tanah juga diminta dijaga. Tingkat keasaman tanah dianjurkan berada di atas pH 6 agar penyerapan nutrisi optimal.
“Jika kita konsisten dan disiplin dalam menerapkan metode yang lebih baik, maka peningkatan produksi padi akan tercapai dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Pendampingan Penyuluh Diperkuat
Pendampingan aktif oleh penyuluh diminta terus dilakukan.
Kendala lapangan diharapkan dapat ditangani secara cepat.
Sinergi seluruh pihak dinilai penting dalam meningkatkan produktivitas.
Ancaman perubahan iklim termasuk potensi El Nino diingatkan untuk diwaspadai.
Lahan diminta segera diolah kembali setelah panen. Siklus tanam diharapkan tetap berjalan.
“Setelah panen, lahan harus segera diolah kembali agar siklus tanam tetap berjalan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat baru untuk terus berinovasi dan menjaga ketahanan pangan daerah,” pungkasnya di sesi dialog bersama petani.
Optimisme terhadap sektor pertanian di Bulukumba kembali ditegaskan.
Kolaborasi dan inovasi disebut sebagai kekuatan menghadapi tantangan global.***
Tidak ada komentar