Suasana permukiman di Kuwait dilaporkan siaga setelah serangan rudal Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat.Mediaraya.id – Peristiwa serangan rudal Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait memicu kepanikan warga serta meningkatkan kewaspadaan di kawasan permukiman.
Target serangan disebut berada di Pangkalan Udara Al-Salem, Kuwait.
Dampak psikologis akibat serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Kuwait turut dirasakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Seorang PMI asal Bulukumba, Resti Setiawaty, mengaku situasi mencekam tetap dirasakan meski berada jauh dari titik ledakan.
Kondisi keamanan Kuwait pascaserangan rudal Iran disebut masih terkendali.
Aktivitas warga di sejumlah wilayah dilaporkan dibatasi sebagai langkah antisipasi.
Sirine Siaga Terdengar Di Permukiman
Resti yang berdomisili di kawasan Hawalli menyebut lingkungannya relatif aman.
Bunyi sirine siaga dan dentuman ledakan disebut sempat terdengar beberapa kali.
“Sejauh ini masih aman, tapi beberapa kali terdengar sirine siaga dan sesekali suara ledakan, warga juga membatasi aktivitas di luar dan pemerintah merespons cepat,” ungkap Resti.
Keberadaan rudal yang melintas di wilayah udara Kuwait ditandai dengan sistem peringatan dini.
Imbauan KBRI Kuwait Untuk WNI
Pemerintah Kuwait bersama KBRI Kuwait dilaporkan aktif menyampaikan imbauan kewaspadaan.
WNI diminta mempersiapkan diri menghadapi potensi kondisi darurat.
Pengisian data melalui sistem Peduli WNI diwajibkan.
Kebutuhan pribadi dan pemahaman prosedur evakuasi juga diminta untuk dipersiapkan.
Puncak Ketegangan Terjadi 28 Februari 2026
Situasi paling menegangkan disebut terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Bunyi sirine siaga berlangsung hingga malam hari disertai suara ledakan.
Makna pola sirine telah disosialisasikan pemerintah setempat, mulai dari tanda bahaya, perintah evakuasi, hingga penanda kondisi aman.
Aktivitas Kerja PMI Tetap Berjalan
Aktivitas kerja Resti sebagai pekerja tailoring di Fix and Company disebut tetap berjalan normal.
Instruksi penghentian kerja belum dikeluarkan otoritas setempat.
Komunikasi antar PMI disebut terus dilakukan, terutama dengan WNI yang bermukim di sekitar pelabuhan dan fasilitas militer.
Harapan Konflik Segera Berakhir
Kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan stabilitas kawasan disampaikan Resti.
Harapan agar konflik tidak berlangsung lama disebut menjadi aspirasi para PMI.
Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan meningkat sejak 28 Februari 2026, menyusul saling serang antara Iran dan Amerika Serikat di sejumlah titik strategis.***
Tidak ada komentar