Viral protes orang tua peserta lomba mewarnai di Festival Literasi Bulukumba 2025.Mediaraya.id – Sebuah video dan unggahan keluhan orang tua peserta lomba mewarnai dalam rangka Festival Literasi Bulukumba mendadak viral di media sosial.
Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang ibu bernama Misna Kardi, yang merasa kecewa karena anaknya tidak keluar sebagai pemenang lomba.
Melalui unggahannya di Facebook pada 27 November 2025, Misna menyampaikan bahwa hasil karya anaknya seharusnya layak menjadi juara karena dianggap lebih baik dibandingkan dengan karya peserta lain yang terpilih.
“Hati rang tua siapa tidak hancur… Mental anak bisa down kalo begini,” tulis Misna dalam unggahan emosionalnya.
Ia juga menyoroti penilaian juri yang menurutnya tidak objektif dan meminta panitia untuk menghadirkan juri yang benar-benar ahli pada penyelenggaraan berikutnya.
Misna menilai terdapat ketidakadilan dalam proses penjurian, terlebih setelah melihat karya lain yang diumumkan sebagai juara. Unggahannya mendapat banyak reaksi warganet dan menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.
Panitia Beri Klarifikasi: Ada Aturan Teknis Yang Wajib Dipatuhi Peserta
Menanggapi isu yang semakin ramai, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba selaku penyelenggara memberikan klarifikasi melalui akun resmi Facebook mereka.
Pihak panitia menegaskan bahwa lomba mewarnai tersebut memiliki aturan teknis yang telah ditetapkan sejak awal. Salah satu poin terpenting adalah bahwa peserta hanya diperbolehkan mewarnai gambar yang telah disediakan, tanpa menambah bentuk, garis, atau objek baru.
“Peserta diwajibkan melakukan pewarnaan sesuai gambar tersebut tanpa menambahkan unsur atau objek lain,” tulis panitia dalam klarifikasinya.
Panitia juga menegaskan bahwa karya peserta yang berhasil menjadi juara telah memenuhi seluruh kriteria lomba, termasuk kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati.
“Karya peserta yang ditetapkan sebagai juara dinilai memenuhi ketentuan lomba mewarnai, yakni mewarnai gambar yang ada tanpa penambahan unsur gambar,” jelas panitia, menegaskan bahwa keputusan juri dilakukan secara adil dan objektif.
Aturan Pelaksanaan Lomba Tegas: Ini Lomba Mewarnai, Bukan Menggambar
Panitia juga memperjelas bahwa peserta yang menambahkan unsur gambar baru dianggap melanggar ketentuan teknis.
Sebab, kegiatan tersebut adalah lomba mewarnai, bukan lomba menggambar atau menambah objek visual. Dengan demikian, karya yang keluar dari konteks atau memodifikasi bentuk asli gambar otomatis tidak memenuhi kriteria penilaian juri.
Viralnya protes ini menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mendukung keluhan sang ibu karena memahami perasaan anak yang berkompetisi.
Namun, banyak pula yang menilai bahwa aturan lomba harus diikuti agar penjurian tetap objektif. Festival Literasi Bulukumba sendiri merupakan ajang tahunan yang menampilkan berbagai kegiatan edukatif, salah satunya lomba mewarnai untuk anak-anak.
Panitia berharap klarifikasi ini dapat menjadi pembelajaran bersama agar pelaksanaan lomba ke depan lebih tertib dan minim kesalahpahaman.***
Tidak ada komentar