Refleksi Hari Ibu 2025! Dr. Supriadi: Ibu Adalah Pemilik Doa Yang Terhubung Ke Langit

2 menit membaca View : 120
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 22 Des 2025

Mediaraya.id – Peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2025 menjadi momentum reflektif bagi banyak kalangan, termasuk Anggota DPRD Bulukumba dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Supriadi, S.P., M.Si.

Dalam refleksinya, ia menekankan makna mendalam sosok ibu sebagai pilar utama pembentukan karakter dan kekuatan spiritual dalam keluarga maupun masyarakat.

Dr. Supriadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Bulukumba menyampaikan bahwa peran ibu tidak hanya sebatas pengasuh, melainkan pendidik pertama dan utama dalam kehidupan setiap anak.

Nilai-nilai yang ditanamkan ibu sejak dini menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya generasi yang berakhlak, berempati, dan berdaya juang tinggi.

“Ibu adalah Guru, Orang yang paling tulus mendoakan anak-anaknya. Darinya kami belajar tentang tauladan, kesabaran, kelembutan dab harapan yang tak pernah henti,” ungkap Dr. Supriadi, Senin, 22 Desember 2025.

Menurutnya, ketulusan seorang ibu tidak selalu terlihat dalam kata-kata besar, melainkan hadir dalam doa-doa sunyi yang terus mengalir tanpa pamrih.

Doa seorang ibu, lanjutnya, menjadi kekuatan spiritual yang sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar dalam perjalanan hidup seorang anak.

“Ibu adalah pemilik doa yang terhubung ke langit yang membuat semua masalah hidup bisa hilang dengan doanya,” sambung Dr. Supriadi.

Ia menambahkan, di tengah tantangan kehidupan modern saat ini, penghormatan terhadap peran ibu harus terus diperkuat, tidak hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui kebijakan dan lingkungan sosial yang ramah terhadap perempuan dan ibu.

Menurutnya, menghargai ibu berarti menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Refleksi Hari Ibu 22 Desember 2025 ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Bulukumba untuk senantiasa menghormati, mencintai, dan mendoakan ibu, baik yang masih mendampingi maupun yang telah berpulang.

Sosok ibu, sebagaimana ditegaskan Dr. Supriadi, adalah sumber keteladanan dan kekuatan doa yang tak pernah terputus.***

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *