RSUD Bulukumba Edukasi Bahaya Rokok Ke Pasien

4 menit membaca View : 22
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 25 Mei 2026

Mediaraya.id – Suara penjelasan dokter memenuhi ruang tunggu Poli Paru RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Senin, 25 Mei 2026.

Di tengah antrean pasien dan keluarga yang menunggu pelayanan, edukasi tentang bahaya merokok digelar untuk mengingatkan masyarakat bahwa ancaman rokok tidak hanya menyerang perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Kegiatan edukasi kesehatan tersebut menghadirkan dokter spesialis paru, dr. Hamka, Sp.P, sebagai narasumber.

Ia memaparkan berbagai dampak buruk rokok terhadap kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan ringan hingga penyakit kronis yang dapat mengancam nyawa.

Menurut dr. Hamka, masih banyak masyarakat yang menganggap efek rokok baru terasa setelah bertahun-tahun.

Padahal, dampak negatifnya bisa muncul lebih cepat dari yang dibayangkan.

“Merokok bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membahayakan orang di sekitar karena paparan asap rokok. Risiko penyakit paru, kanker, hingga gangguan jantung sangat tinggi pada perokok aktif maupun pasif,” ujar dr. Hamka.

Edukasi Bahaya Merokok Di Ruang Tunggu Poli Paru

Suasana ruang tunggu Poli Paru siang itu tampak berbeda.

Sejumlah pasien terlihat memperhatikan materi edukasi visual yang menampilkan kandungan zat berbahaya dalam rokok.

Ada pula keluarga pasien yang sesekali mengangguk saat penjelasan mengenai dampak asap rokok disampaikan.

dr. Hamka menjelaskan bahwa setiap batang rokok mengandung ribuan zat kimia beracun yang dapat merusak organ tubuh, terutama paru-paru dan jantung.

Efeknya tidak hanya berupa penyakit berat seperti kanker paru, tetapi juga gejala yang sering dianggap sepele.

“Banyak orang mengalami sesak napas, cepat lelah, batuk berkepanjangan, hingga penurunan daya tahan tubuh akibat kebiasaan merokok,” katanya.

Ia menegaskan bahwa berhenti merokok menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Apalagi, paparan asap rokok pada anak dan anggota keluarga lain juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.

“Setiap batang rokok yang dibakar menghasilkan ribuan bahan kimia beracun. Karena itu, berhenti merokok adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga,” tambahnya.

Generasi Muda Diminta Menjauhi Rokok Sejak Dini

Dalam edukasi tersebut, perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda.

dr. Hamka mengingatkan bahwa kebiasaan merokok yang dimulai sejak usia remaja berpotensi menyebabkan kecanduan nikotin lebih kuat dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan.

Advertisement

Ia menilai pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama melalui edukasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat.

“Kesehatan paru-paru sangat penting dijaga. Jangan menunggu sakit baru berhenti merokok, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.

Pesan itu terasa relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap jumlah perokok usia muda.

Tidak sedikit remaja yang mulai merokok karena pengaruh lingkungan dan menganggap rokok sebagai hal biasa dalam pergaulan sehari-hari.

Melalui pendekatan edukatif seperti ini, rumah sakit berharap masyarakat dapat memahami bahwa menjaga kesehatan paru-paru bukan sekadar urusan medis, tetapi bagian dari kualitas hidup jangka panjang.

RSUD Bulukumba Perkuat Layanan Promotif Dan Preventif

Sementara itu, Humas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Abri Amin atau yang akrab disapa Andi Aby, mengatakan kegiatan edukasi kesehatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan promotif dan preventif rumah sakit kepada masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya hadir saat masyarakat sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran untuk mencegah penyakit sejak awal.

“Kami berharap melalui edukasi ini masyarakat semakin sadar akan bahaya rokok dan mulai menerapkan pola hidup sehat demi menjaga kualitas hidup,” ungkap Andi Aby.

Ia menambahkan, program edukasi kesehatan akan terus dilakukan secara berkala dengan berbagai tema yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Rumah sakit tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga berupaya aktif memberikan edukasi agar masyarakat bisa mencegah penyakit sejak dini,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Sejumlah pasien dan keluarga pasien tampak aktif menyimak materi hingga sesi edukasi berakhir.

Di tengah aktivitas pelayanan rumah sakit, pesan tentang bahaya merokok menjadi pengingat bahwa kesehatan sering kali ditentukan oleh kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Ke depan, edukasi kesehatan seperti ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat Bulukumba untuk mengurangi konsumsi rokok dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Sebab, mencegah penyakit selalu lebih mudah dibanding harus berjuang memulihkan kesehatan setelah sakit datang.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS