Tak Berjalan Sepekan, Ini Alasan MBG Februari 2026 Dihentikan Sementara

2 menit membaca View : 271
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 16 Feb 2026

Mediaraya.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Februari 2026 mengalami penyesuaian jadwal seiring libur nasional dan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program dan menyesuaikan kondisi sosial keagamaan masyarakat.

Berdasarkan keterangan Badan Gizi Nasional, Program Makan Bergizi Gratis Februari 2026 dijadwalkan tidak didistribusikan pada 16–17 Februari 2026.

Penghentian sementara tersebut diberlakukan karena cuti bersama dan libur nasional Tahun Baru Imlek.

Distribusi Makan Bergizi Gratis Ramadan 2026 juga dihentikan pada 18–22 Februari 2026 di awal Ramadan.

Pelaksanaan program direncanakan kembali berjalan secara serentak mulai 23 Februari 2026 di seluruh wilayah sasaran.

Penyesuaian Program MBG Selama Ramadan

Kepala SPPG Ramsai Way Tuba, Adie Nurjana Resma, menyampaikan bahwa penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan konteks sosial dan keagamaan masyarakat.

Ramadan disebut sebagai bulan ibadah, bulan pembinaan diri, dan bulan penguatan solidaritas sehingga pelaksanaan program publik perlu disesuaikan agar tetap relevan dan efektif.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

“Koordinasi dengan PIC sekolah dan bidan desa terus dilakukan. Kami memastikan kesiapan satuan pendidikan, serta mendata kembali sasaran prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tetap membutuhkan perhatian gizi selama bulan suci,” ungkapnya, Minggu, 15 Februari 2026 melansir RRI.

Fokus Sasaran Prioritas Gizi

Pendataan ulang sasaran prioritas dilakukan untuk memastikan kelompok rentan tetap memperoleh perhatian gizi.

Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita disebut sebagai kelompok yang tetap menjadi perhatian utama selama Ramadan.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan terus diperkuat.

Dukungan sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan elemen masyarakat dinilai berperan penting terhadap keberlanjutan program.

”Di bulan penuh berkah ini, mari kita jadikan pelayanan sebagai ibadah, dan pengabdian sebagai jalan membangun generasi yang lebih sehat dan berdaya,” ucapnya.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *