
Mediaraya.id – Kepergian aktor senior Epy Kusnandar pada 3 Desember 2025 meninggalkan duka mendalam di dunia hiburan Indonesia.
Namun ada satu kisah yang belum pernah yang tak banyak orang yang tahu yakni momen-momen terakhir Epy saat berada di lokasi syuting Preman Pensiun, serial yang membesarkan namanya sebagai Kang Mus.
Informasi ini disampaikan langsung oleh beberapa kru dan pemain yang pernah bekerja bersamanya.
Mereka mengenang sosok Epy bukan hanya sebagai aktor, tetapi sebagai mentor dan penguat suasana di setiap set.
“Beliau Selalu Datang Paling Awal”
Salah satu kru artistik menceritakan bahwa meski usianya tidak lagi muda, Epy adalah aktor yang selalu tiba paling awal di lokasi.
“Walau kondisi fisiknya kadang naik turun, Pak Epy selalu datang lebih awal dan menyapa semua orang, termasuk kru junior. Itu hal kecil, tetapi sangat berarti,” ujar salah satu anggota tim produksi.
Kebiasaan itu membuatnya disegani oleh seluruh anggota produksi, karena menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tidak berubah sejak awal kariernya.
Momen Terakhir yang Membekas: “Beliau Bilang Syuting Adalah Obatnya”
Salah satu pemeran pendukung Preman Pensiun mengingat percakapan terakhirnya dengan Epy pada pertengahan tahun 2025.
“Beliau bilang, ‘Syuting itu obat saya. Kalau saya ketemu teman-teman di lokasi, saya lupa sakit.’ Itu kalimat yang enggak pernah saya lupa sampai sekarang,” katanya.
Ucapan itu menurut para kru mencerminkan karakter Epy yang selalu berusaha kuat di depan banyak orang.
Tidak Pernah Mengeluh
Beberapa anggota kamera menceritakan bahwa Epy tidak pernah menunjukkan keluhan meski kondisi kesehatannya sering naik turun.
“Beliau selalu bilang, ‘Gaskeun, saya kuat.’ Padahal kami tahu beliau pasti sedang menahan rasa tidak nyaman,” kata salah satu kameramen.
Kebiasaannya menjaga suasana tetap hangat membuat banyak kru merasa kehilangan sosok “Bapak” yang bisa diajak bercanda sekaligus berdiskusi serius soal pekerjaan.
Sutradara: “Dedikasi Epy Tidak Akan Terulang”
Sutradara Preman Pensiun mengungkapkan bahwa Epy termasuk aktor yang selalu memikirkan detail kecil dalam peran.
“Beliau sering minta adegan diulang bukan karena salah, tapi karena ingin lebih maksimal. Dedikasi seperti itu makin jarang ditemukan sekarang,” ujarnya.
Sang sutradara menambahkan bahwa sejumlah adegan Kang Mus yang belum ditayangkan kini terasa sangat emosional ketika diputar ulang di ruang editing.
Kenangan Yang Tak Akan Pernah Hilang
Bagi tim produksi, kepergian Epy bukan sekadar kehilangan sosok aktor, tetapi kehilangan bagian dari keluarga yang sudah bertahun-tahun bersama.
“Kalau nanti syuting lagi, kami pasti merasa ada kursi yang kosong. Beliau bukan hanya pemeran Kang Mus, tapi nyawa dari suasana di lokasi,” ungkap salah satu kru lighting.
Walau telah berpulang, sosok Epy Kusnandar akan terus hidup lewat karya-karya yang ia tinggalkan dan kenangan yang melekat kuat di hati orang-orang yang pernah bekerja bersamanya.***
Tidak ada komentar