Tragedi Penembakan di Kajang Bulukumba: Keluarga Korban Menangis Menanti Keadilan

2 menit membaca View : 85
Avatar photo
Dion Alfarizi
Kriminal - 02 Okt 2025

Mediaraya.id – Tragedi penembakan di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyisakan duka mendalam.

Seorang warga meregang nyawa akibat insiden berdarah itu, meninggalkan luka batin yang sulit terobati bagi keluarga yang ditinggalkan.

Air mata keluarga korban tak kunjung kering. Mereka menegaskan, kehilangan nyawa orang terkasih bukan sekadar kehilangan biasa, melainkan luka yang meninggalkan trauma panjang.

“Kami sangat berduka. Nyawa yang hilang tidak bisa kembali. Kami hanya berharap agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Pelaku harus dihukum berat, setimpal dengan apa yang telah dilakukan,” ujar salah satu keluarga korban dengan mata berkaca-kaca.

Di rumah duka, suasana haru menyelimuti. Sanak keluarga, tetangga, hingga kerabat jauh datang silih berganti menyampaikan belasungkawa.

Bagi keluarga inti, rasa kehilangan dibarengi dengan trauma mendalam.

Mereka menyebut perbuatan pelaku bukan hanya kriminal, tetapi juga tindakan keji yang merampas hak hidup seseorang.

Keluarga korban menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi pelaku.

Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya.

“Kami tidak ingin kasus ini dianggap remeh. Jangan sampai pelaku hanya diberi hukuman ringan. Nyawa tidak bisa ditukar dengan alasan apa pun. Hukuman berat adalah satu-satunya jalan untuk memberi efek jera,” tegas perwakilan keluarga.

Kapolres Bulukumba menegaskan, kasus penembakan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

Proses penyidikan dan penyelidikan tengah berlangsung dan dipastikan berjalan profesional serta transparan.

“Kami akan menuntaskan kasus ini dengan profesional. Tidak ada kompromi bagi pelaku tindak kejahatan yang menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Kapolres.

Kasus penembakan ini turut menjadi sorotan publik.

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis hukum menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan keras bagi aparat agar lebih tegas mencegah terulangnya kasus serupa.

“Penembakan yang merenggut nyawa manusia adalah kejahatan berat. Penegakan hukum tidak boleh main-main. Apalagi menurut saksi, korban hanya membawa parang di sarungnya, tidak mengancam serius. Respon dengan tembakan dari teras rumah jelas berlebihan. Hukuman berat harus dijatuhkan demi keadilan,” tegas seorang aktivis hukum di Bulukumba.

Kini, keluarga korban hanya bisa menunggu tegaknya hukum.

Mereka berharap proses di meja hijau benar-benar menghadirkan keadilan, bukan sekadar janji.

“Tidak ada yang bisa mengembalikan orang yang kami cintai. Tapi setidaknya, kami ingin ada keadilan. Hukuman berat untuk pelaku adalah bentuk penghormatan atas nyawa yang telah hilang,” tutup keluarga korban.

Kasus penembakan di Kajang ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik hingga tuntas.

Keadilan penuh menjadi harapan utama keluarga korban yang kini hidup dalam duka dan trauma.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *