Trump Serang Caracas Dan Tangkap Maduro: Krisis Global Memanas

3 menit membaca View : 145
Avatar photo
Andi Fendy
Mancanegara - 04 Jan 2026

Mediaraya.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam aksi militer mendadak yang mengguncang dunia pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

Operasi ini dilakukan pasukan AS dengan serbuan terhadap kediaman resmi Maduro di ibukota Venezuela, Caracas.

Dalam peristiwa Trump serang Caracas dan tangkap Maduro, Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, hanya beberapa saat setelah serangan.

Kedua pemimpin itu kemudian dibawa ke New York, AS, untuk menghadapi sejumlah dakwaan pidana di pengadilan federal Manhattan.

Aksi militer ini memicu reaksi global karena Trump serang Caracas dan tangkap Maduro dianggap sebagai langkah ekstrim oleh pemerintahan AS dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas regional Amerika Latin.

Sejumlah analis hingga politisi Amerika memberikan pandangan terkait dasar dan motivasi dari operasi tersebut.

Senator Partai Republik Mike Lee menyatakan bahwa dia mendapat informasi langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait penangkapan Maduro oleh pasukan AS.

“Ia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut,” tulis Lee dikutip CNN.

Lee juga menambahkan bahwa tindakan ini, menurutnya, berada dalam kewenangan Presiden AS berdasarkan Pasal II Konstitusi Amerika Serikat.

“Tindakan ini kemungkinan masuk dalam kewenangan inheren presiden untuk melindungi personel AS dari serangan aktual atau yang akan segera terjadi,” kata Lee.

Di sisi lain, Jaksa Agung Muda AS Pamela Bondi menyatakan bahwa penangkapan Maduro dan istrinya terkait dugaan narkoterorisme dan penjualan senjata, serta sejumlah tuduhan kriminal lain.

Dalam unggahan di akun X-nya, Bondi menjelaskan bahwa kedua terdakwa akan menghadapi dakwaan di distrik selatan New York.

“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, didakwa di distrik selatan New York. Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lainnya, dan konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat,” ujar Bondi.

Namun, tidak semua pandangan mendukung tindakan Trump tersebut.

Sejumlah pemimpin negara-negara seperti Kolombia dan Kuba mengecam penangkapan Maduro sebagai upaya untuk memaksakan rezim pro-AS demi menguasai minyak dan gas Venezuela.

Kritikus juga menyoroti potensi eskalasi konflik di kawasan.

Trump sendiri secara terbuka menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak dan gas AS siap menanamkan investasi besar di Venezuela setelah pengambilalihan tersebut.

Dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, Trump menyinggung peluang ekonomi di sektor energi Venezuela:

“Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujarnya.

“Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” tambah Trump.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *