Warga Bulukumba Diingatkan Waspada Akun Medsos Palsu Catut Nama Wakil Bupati

2 menit membaca View : 106
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 20 Des 2025

Mediaraya.id – Masyarakat Kabupaten Bulukumba diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun media sosial palsu yang mencatut nama Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf.

Akun tidak bertanggung jawab tersebut diduga aktif menghubungi sejumlah warga dengan menyamar sebagai pejabat daerah.

Akun palsu itu bahkan menggunakan foto resmi Wakil Bupati Bulukumba untuk meyakinkan calon korban.

Modus ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian, terutama jika masyarakat tidak melakukan verifikasi sebelum merespons pesan yang masuk.

Menanggapi kejadian tersebut, Andi Edy Manaf memberikan klarifikasi tegas melalui akun media sosial resminya.

Ia meminta masyarakat agar tidak menanggapi akun yang mengatasnamakan dirinya, apalagi jika disertai permintaan tertentu yang berpotensi merugikan secara materiil maupun benda.

“Ada akun yang mengatasnamakan saya dan menghubungi beberapa orang. Harap mewaspadai agar tidak merugikan,” tegas Andi Edy Manaf.

Wakil Bupati Bulukumba menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan komunikasi pribadi melalui pesan langsung di media sosial.

Edy Manaf juga mengimbau warga agar selalu memastikan keaslian akun sebelum menanggapi pesan yang mengatasnamakan pejabat daerah.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika turut mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat kepolisian atau pihak berwenang.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban penipuan.

“Kami harap masyarkat berhati-hati. Kenali akun sosmed pemerintah jangan sampai mengarah ke hal merugikan pribadi,” kata Andi Ayatullah Ahmad, Kabid Humas Kominfo Kabupaten Bulukumba, Sabtu 20 Desember 2025.

Kasus penipuan dengan modus pencatutan nama pejabat publik bukan kali pertama terjadi dan kerap menyasar warga yang kurang waspada.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesan atau permintaan yang diterima melalui media sosial.

“Diharapkan tidak mudah percaya dan selalu berhati-hati dalam menerima informasi maupun permintaan yang datang melalui media sosial,” tutup Ayatullah.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *