Pengakuan istri siri Bahar bin Smith, Helwa Bachmid, menghebohkan publik.Mediaraya.id – Pengakuan mengejutkan datang dari Helwa Bachmid, wanita yang mengaku telah menjadi istri siri Bahar bin Smith selama satu tahun terakhir.
Melalui unggahan di Instagram, Helwa membeberkan berbagai perlakuan tak layak yang ia alami sepanjang menjadi istri Bahar bin Smith.
Menurut Helwa, selama masa pernikahannya dengan Bahar bin Smith, dirinya diperlakukan seenaknya, tidak diberi nafkah, bahkan kerap diabaikan oleh Bahar.
Padahal kata Helawa, dari hubungannya dengan Bahar bin Smith keduanya telah dikaruniai seorang anak. Helwa mengungkap bahwa sejak awal kehamilannya, Bahar seolah tidak menunjukkan kepedulian terhadapnya. Ia bahkan mengaku tak pernah dijenguk selama berbulan-bulan, meski dirinya sedang mengandung.
“Dari awal aku hamil dia nggak pernah ada di rumah atau menemani aku. Sangat menyakitkan dan itu bikin mental aku hancur dan anakku,” tulis Helwa di akun Instagram pribadinya @helwabachmid, Sabtu (15/11/2025).
Helwa menyebut, saat ia memberi tahu bahwa dirinya hamil, Bahar tidak memberi respons apa pun. Sepanjang kehamilan hingga persalinan, Bahar tidak pernah mendampingi, kecuali satu kali saat acara syukuran usia kandungan tujuh bulan yang bertepatan dengan ulang tahun Helwa.
Helwa juga menyingkap kejanggalan besar saat pernikahan mereka digelar. Ia mengaku hanya menerima cincin ikatan seberat 2 gram, tanpa uang mahar sama sekali. Tidak hanya itu, pernikahan tersebut bahkan tidak dilengkapi buku nikah, melainkan hanya ditulis di selembar kertas.
“Inilah cincin ikatan perkawinan antara aku dan dia yang senilai 2 gr tanpa uang mahar sepeser pun. Nikah hanya sehelai kertas saja (tidak ada buku nikah),” ungkap Helwa.
Hal lain yang membuat Helwa curiga adalah ponsel milik ibu dan adik-adiknya disita oleh anak buah Bahar saat acara pernikahan berlangsung.
Sebelum menikahi Helwa, Bahar disebut sempat berjanji akan membiayai keberangkatan umroh ibu serta menanggung biaya hidup dua adik Helwa
Namun setelah pernikahan, Helwa mengaku bahkan hak-haknya sebagai seorang istri pun tidak ia dapatkan. Dalam pengakuannya, Helwa mengaku sempat kehilangan jati diri saat usia kehamilannya memasuki dua bulan akibat merasa ditelantarkan.
Selama masa sulit itu, hanya ibunya yang mendampingi dirinya dan anaknya. Helwa menyebut pengalaman tersebut meninggalkan trauma psikologis bagi keduanya.
Pengakuan Helwa langsung menyebar luas dan memicu perhatian publik. Banyak warganet menilai kisah ini memilukan dan berharap Helwa segera mendapat keadilan serta perlindungan.***
Tidak ada komentar