Gedung Ammatoa Bulukumba yang mulai berdiri megah di kawasan pusat pemerintahan, tepat di seberang Gedung Pinisi, sebagai simbol budaya dan ruang seni daerah.Mediaraya.id – Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat identitas daerah melalui pembangunan infrastruktur yang bernilai budaya.
Salah satunya adalah Gedung Ammatoa, bangunan representatif yang kini mulai tampak megah di kawasan pusat pemerintahan Kota Bulukumba, tepat berhadapan dengan Gedung Pinisi.
Gedung Ammatoa merupakan proyek strategis daerah yang mulai dikerjakan sejak tahun 2024 dan ditargetkan selesai pada 2025.
Lokasinya berada di atas lahan bekas Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bulukumba, sehingga tetap berada dalam satu kawasan perkantoran pemerintahan yang terintegrasi.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Gedung Ammatoa dirancang sebagai simbol penguatan nilai-nilai budaya lokal.
Nama “Ammatoa” sendiri diambil dari kearifan lokal masyarakat adat Kajang yang dikenal menjunjung tinggi kesederhanaan, kelestarian alam, dan keharmonisan hidup.
Selain difungsikan sebagai perkantoran, gedung ini juga disiapkan sebagai pusat aktivitas seni dan budaya.
Berbagai fasilitas akan tersedia di dalamnya, mulai dari ruang teater, studio seni, hingga galeri pameran.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pertunjukan budaya, ruang kreatif, sekaligus tempat pembinaan seni bagi generasi muda Bulukumba.
Kabid Humas Diskominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menegaskan bahwa sejak awal gedung ini memang dirancang dengan konsep multifungsi.
“Fungsinya sebagai tempat pagelaran seni budaya, studio, pameran, dan perkantoran,” ungkap Andi Ayatullah.
Pembangunan Gedung Ammatoa menggunakan anggaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba.
Hal ini menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan dan kebudayaan secara berkelanjutan.
Ke depan, kawasan ini juga direncanakan akan dilengkapi dengan sky bridge atau jembatan penghubung antara Gedung Ammatoa dan Gedung Pinisi.
Kehadiran sky bridge tersebut diyakini akan menambah nilai estetika sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan pusat pemerintahan Bulukumba.
Konsep pembangunan yang memadukan fungsi pemerintahan dengan ruang ekspresi seni dan budaya ini menjadi bagian dari komitmen kepemimpinan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf.
Dengan konsep tersebut, Gedung Ammatoa diharapkan mampu menjadi ikon baru Bulukumba sekaligus ruang hidup bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas, seni, serta identitas lokal di tengah dinamika perkembangan kota.***
Tidak ada komentar