AS Persiapkan Serangan Darat, Iran Siapkan 1 Juta Pejuang Tutup Selat Hormuz

2 menit membaca View : 136
Avatar photo
Andi Fendy
Mancanegara - 30 Mar 2026

Mediaraya.id – Rencana perang darat oleh Amerika Serikat ke Iran dilaporkan sedang dipersiapkan.

Washington Post menyebutkan, dengan mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, operasi darat selama berminggu-minggu di Iran tengah disiapkan oleh Departemen Pertahanan AS.

Informasi tersebut memicu perhatian global terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sebanyak 3.500 pasukan tambahan dilaporkan telah tiba di kawasan tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pengerahan dilakukan menggunakan kapal amfibi USS Tripoli.

Kedatangan pasukan tersebut disebutkan sebagai bagian dari penguatan militer menghadapi kemungkinan operasi darat.

Dilansir Al Jazeera pada Minggu (29/3), pasukan marinir yang tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31 tiba pada 27 Maret.

Pengerahan tersebut dilakukan bersama pesawat angkut, pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis yang ditempatkan di kawasan strategis Timur Tengah.

Klaim Negosiasi Di Tengah Pengerahan Pasukan

Pengerahan pasukan terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Iran.

Klaim tersebut disampaikan di tengah peningkatan aktivitas militer di kawasan.

Di sisi lain, Iran mengumumkan mobilisasi besar-besaran.

Lebih dari satu juta kombatan disebutkan telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan operasi darat AS.

Sumber militer yang mengetahui informasi tersebut menyatakan strategi pertahanan telah disusun untuk menghadapi skenario konflik langsung.

“AS ingin membuka Selat Hormuz dengan taktik bunuh diri dan penghancuran diri, itu tak jadi soal,” ujar pejabat militer itu pada Kamis (26/3), dikutip media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

“Kami siap menghadapi strategi bunuh diri mereka dan memastikan selat tetap tertutup.” Tambahnya.

Strategi Iran Dinilai Fokus Pada Perang Berlarut

HA Hellyer, pakar keamanan Timur Tengah dari Royal United Services Institute, menyatakan strategi Iran tidak diarahkan pada kemenangan konvensional.

Pendekatan yang diambil disebutkan berfokus pada membuat konflik menjadi mahal dan berlarut-larut.

“Iran tidak bisa menang secara konvensional-tetapi strateginya adalah memastikan kemenangan pihak lain tetap mahal dan tidak pasti,” ujar analis tersebut.

Kekuatan Personel Militer Iran

Pasukan darat Iran disebutkan didukung sekitar 610.000 personel aktif.

Sekitar 350.000 di antaranya berada dalam angkatan darat reguler.

Sekitar 190.000 lainnya merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang memiliki peran strategis dalam operasi regional.

Dikutip dari Anadolu, rincian tambahan mencakup hampir 18.000 personel angkatan laut, 37.000 di angkatan udara, serta sekitar 15.000 di unit pertahanan udara.

Pasukan gendarmerie dan paramiliter disebutkan mencapai sekitar 40.000 personel.

Menurut indeks Global Firepower, Iran termasuk dalam 20 militer terkuat di dunia berdasarkan jumlah personel, peralatan, dan kapasitas logistik.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *