Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf meresmikan Gedung Ammatoa, Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba pada HUT ke-66 Bulukumba.Mediaraya.id – Peresmian Gedung Ammatoa, Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba telah dilakukan oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.
Penandatanganan prasasti peresmian tersebut dilakukan pada peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba, Kamis, 4 Februari 2026.
Peresmian Gedung Ammatoa dan Pusat Jantung Terpadu RSUD Bulukumba tersebut disaksikan oleh Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi Kerakyatan Since Erna Lamba.
Bupati Bulukumba didampingi Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf serta Pimpinan DPRD Kabupaten Bulukumba saat penandatanganan prasasti dilakukan.
Penandatanganan peresmian Gedung Ammatoa Bulukumba dan fasilitas kesehatan baru tersebut dirangkaikan dengan rapat paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba dalam agenda peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba.
Tema Hari Jadi ke-66 Bulukumba
Tema Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan” telah diterjemahkan oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf sebagai arah pembangunan daerah.
Tema tersebut disebut menjadi spirit pembangunan Kabupaten Bulukumba.
“Makna pembangunan berkarakter adalah pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata,” ungkap Bupati dua periode yang lebih akrab disapa Andi Utta.
Pembangunan berkarakter disebut dimaknai sebagai pembangunan budaya dan peradaban masyarakat Bulukumba.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan, merawat alam, serta menumbuhkan semangat hidup tertib disebut menjadi bagian dari pembangunan tersebut.
“Pembangunan berkarakter juga berarti membangun kualitas hubungan antar sesama manusia. Menjaga persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta meneguhkan nilai-nilai budaya Bugis Makassar yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” jelas Andi Utta.
Pembangunan Berkelanjutan Dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan berkelanjutan telah ditegaskan sebagai orientasi kebijakan daerah.
Setiap program pembangunan disebut diarahkan pada keberlanjutan generasi muda Bulukumba di masa mendatang.
“Inilah mengapa pembangunan Bulukumba penting menerapkan prinsip Prioritas, Tuntas dan Berkualitas,” kata Andi Utta.
Pertumbuhan ekonomi Bulukumba disampaikan menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Bulukumba tercatat 4,11 persen dan meningkat menjadi 4,60 persen pada 2024.
“Insya Allah dengan berbagai intervensi kebijakan yang terus kita lakukan, pertumbuhan ekonomi Bulukumba pada tahun 2025 dan 2026 diproyeksikan akan terus meningkat,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut disebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas UMKM Bulukumba serta perputaran uang di sektor perbankan yang semakin kuat.
“Namun bagi kita semua yang paling penting dari pertumbuhan ekonomi adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan oleh rakyat,” kata Andi Utta.
IPM Dan Capaian Strategis Bulukumba
Indeks Pembangunan Manusia Bulukumba disampaikan mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.
Pada tahun 2025, IPM Bulukumba tercatat meningkat menjadi 75,26 persen.
“Pada tahun 2025, IPM Bulukumba meningkat 1,12 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 75,26 persen. Kenaiikan ini bukan sebuah kebetulan. Seluruh indikator pendukung IPM, yakini kesehatan, pendidikan dan ekonomi, mengalami peningkatan,” ujarnya.
Sejumlah capaian strategis di tahun pertama periode kedua kepemimpinan Bupati Bulukumba telah dipaparkan.
Penyelesaian Gedung Ammatoa, pembangunan layanan Perawatan Jantung Terpadu, Poli Jiwa, Perawatan Paru, serta Ruang Rawat Ibu dan Anak disebut telah direalisasikan.
“Kita juga telah membangun Loboratoirum Kesehatan Masyarakat atau Labkesmas, meningkatkan sejumlah ruas jalan, membangun Kantor Camat Ujung Loe dan Kantor Camat Kajang, serta pada tahun 2025 lalu, Bulukumba menjadi salah satu dari 100 daerah di Indonesia yang menerima Bantuan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dari Pemerintah Pusat,” kata Andi Utta.
“Kita juga berhasil meraih beberapa penghargaan sepanjang tahun 2025, di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penghargaan atas capaian penurunan stunting terbesar kedua secara nasional sebesar 8,5 persen, serta penghargaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING),” sambungnya.
Rapat paripurna peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah didampingi Wakil Ketua DPRD Fahidin HDK dan Syahruni Haris.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran OPD, unsur organisasi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pelaku usaha lokal.
Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba ditetapkan berdasarkan berdirinya Bulukumba sebagai Daerah Tingkat II pada 4 Februari 1960.***
Tidak ada komentar