Sebanyak 8 Pramuka Penggalang terbaik dari Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, berhasil lolos sebagai peserta Jambore Nasional 2026 yang akan digelar di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, pada Agustus mendatang.Mediaraya.id – Prestasi membanggakan kembali datang dari Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba.
Sebanyak delapan Pramuka Penggalang terbaik berhasil lolos sebagai peserta Jambore Nasional 2026 yang akan digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada Agustus mendatang.
Mereka terdiri dari empat putra dan empat putri yang telah melewati proses seleksi ketat hingga akhirnya dipercaya mewakili daerah menuju ajang nasional bergengsi tersebut.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kepramukaan di Kabupaten Bulukumba khususnya Bontotiro terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda berprestasi.
Delapan peserta itu berasal dari dua sekolah, yakni SMP Negeri 30 Bulukumba dan MTs Negeri 4 Bulukumba, yang selama ini aktif dalam pembinaan karakter dan kegiatan kepramukaan.
Delapan Peserta Terbaik Dari Bontotiro Wakili Bulukumba
Dari SMP Negeri 30 Bulukumba, sebanyak dua peserta putra dan dua peserta putri berhasil lolos.
Sementara dari MTs Negeri 4 Bulukumba, dua peserta putra dan dua peserta putri juga berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional.
Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Di balik capaian tersebut, ada proses panjang berupa latihan disiplin, penguatan mental, serta semangat juang yang terus dipupuk oleh para pembina dan peserta.
Bagi masyarakat Bontotiro, capaian ini bukan sekadar prestasi biasa.
Ini menjadi simbol bahwa generasi muda di daerah memiliki daya saing yang kuat dan mampu berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu anggota Pramuka Kecamatan Bontotiro, Arif Hidayatullah Amsah, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua, khususnya masyarakat Kecamatan Bontotiro. Delapan putra-putri terbaik ini telah menunjukkan bahwa mereka layak mewakili daerah di ajang nasional,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Pramuka Bontotiro Dinilai Punya Potensi Besar
Apresiasi juga datang dari Kak Hajama, salah satu andalan Kwartir Cabang (Kwarcab) Bulukumba yang juga berasal dari Kecamatan Bontotiro.
Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Pramuka Bontotiro memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional.
Menurutnya, keberhasilan delapan peserta tersebut bukan hanya membanggakan sekolah masing-masing, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Bulukumba.
“Kami sangat bangga dengan prestasi ini. Ini menunjukkan bahwa Pramuka Bontotiro memiliki potensi besar dan mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga mereka dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ungkapnya.
Ia berharap momentum ini dapat menjadi motivasi bagi adik-adik Pramuka lainnya agar semakin aktif mengikuti kegiatan pembinaan dan pengembangan diri melalui gerakan Pramuka.
Harapan Besar Di Jambore Nasional 2026
Jambore Nasional merupakan agenda besar Gerakan Pramuka Indonesia yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari seluruh provinsi.
Kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan, meningkatkan keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai kepramukaan sejak usia muda.
Pada pelaksanaan Jambore Nasional 2026 nanti, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif, keterampilan lapangan, hingga penguatan karakter kepemimpinan.
Arif berharap delapan peserta asal Bontotiro dapat menjaga nama baik Kabupaten Bulukumba selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya berharap mereka bisa tampil maksimal, menjaga sikap, serta membawa nama baik daerah kita di kancah nasional. Semoga mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” harapnya.
Harapan itu tidak berlebihan. Sebab, keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan hanya soal hadir sebagai peserta, tetapi juga membawa identitas daerah, budaya, dan semangat generasi muda Bulukumba ke panggung nasional.
Semangat Baru Untuk Generasi Muda Bulukumba
Prestasi ini menjadi sinyal positif bahwa pembinaan kepramukaan di Kecamatan Bontotiro berjalan pada jalur yang tepat.
Sekolah, pembina, orang tua, dan lingkungan sosial memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berprestasi.
Dengan lolosnya delapan peserta ke Jambore Nasional 2026, diharapkan semangat kepramukaan di Bontotiro semakin berkembang.
Lebih dari itu, prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berproses, dan berani bermimpi lebih besar.***
Tidak ada komentar