Duka Dari Libanon, Praka Rico Pramudia Gugur Akibat Serangan Israel

2 menit membaca View : 135
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 24 Apr 2026

Mediaraya.id – Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia di timur tengah.

Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia (31), dinyatakan gugur setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka parah dari serangan proyektil.

Praka Rico merupakan anggota Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas menjaga perdamaian di wilayah Lebanon Selatan.

Ia mengalami luka berat setelah markas tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr diserang pada malam 29 Maret 2026.

“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret,” demikian keterangan UNIFIL di akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).

UNIFIL menjelaskan bahwa Praka Rico menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di rumah sakit di Beirut akibat luka serius yang dideritanya.

Pihak UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum serta kepada bangsa Indonesia.

“UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman Kopral Pramudia serta Tentara Nasional Indonesia dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” katanya.

Pihak UNIFIL juga menegaskan bahwa seluruh pihak wajib menghormati hukum internasional serta menjamin keselamatan personel dan aset PBB di wilayah konflik.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

Mereka menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius.

“Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.

Untuk diketahui, serangan terhadap markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, terjadi pada Minggu (29/3).

Insiden tersebut tidak hanya menewaskan prajurit TNI, tetapi juga menyebabkan tiga personel lainnya mengalami luka-luka, salah satunya dalam kondisi kritis.

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, insiden ini menimpa personel yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Dalam kejadian itu, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur di lokasi.

Sementara itu, tiga prajurit lainnya yang mengalami luka yakni Praka Rico Pramudia dengan luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

Dua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL.

Sedangkan Praka Rico yang mengalami luka berat sempat dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk menjalani penanganan medis lanjutan.

Adapun jenazah prajurit yang gugur sebelumnya telah disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ), sembari menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia yang dibantu oleh pihak KBRI Beirut.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *