Kapolres Bulukumba Lesehan Di Aspal Dengar Aspirasi, Kasus Pencurian Sapi Jadi Atensi

3 menit membaca View : 1
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 27 Apr 2026

Mediaraya.id – Senin siang, 27 April 2026, suasana di depan Mapolres Bulukumba di Jalan Poros Bulukmba-Sinjai sempat tegang.

Puluhan massa dari Aliansi Pemuda Sapobonto menggelar aksi unjuk rasa, menuntut kejelasan penanganan kasus pencurian sapi yang ditukar dengan anjing serta pelarian terduga pelaku dari ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Namun, situasi yang awalnya tegang berubah menjadi dialog yang hangat.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., memilih turun langsung menemui massa.

Bukan dari balik pagar pengamanan, ia justru duduk lesehan di atas aspal bersama para demonstran, mendengarkan satu per satu tuntutan yang disampaikan.

Pendekatan humanis itu sontak menarik perhatian warga sekitar.

Di tengah terik siang, percakapan berlangsung terbuka, tanpa sekat, menghadirkan suasana yang lebih tenang dan penuh harapan.

Kapolres Bulukumba Tegaskan Kasus Jadi Prioritas

Dalam dialog tersebut, massa aksi menyoroti dugaan pencurian sapi yang memicu keresahan masyarakat.

Kasus ini menjadi sorotan karena hewan ternak milik warga disebut hilang dan diduga ditukar dengan seekor anjing, memicu kemarahan dan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan perkembangan pengejaran terhadap terduga pelaku yang sebelumnya sempat melarikan diri dari ruang PPA Polres Bulukumba.

Menanggapi hal tersebut, AKBP Restu Wijayanto menegaskan bahwa pihaknya memberikan atensi khusus terhadap perkara ini.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi prioritas utama untuk segera dituntaskan demi memastikan penegakan hukum berjalan secara transparan dan berkeadilan.

“Kami memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Penanganannya menjadi prioritas agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” tegasnya.

Tim Khusus Dibentuk Untuk Kejar Pelaku

Kapolres Bulukumba juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus guna mengejar terduga pelaku yang hingga kini belum berhasil diamankan.

Tim tersebut, kata dia, saat ini sedang bekerja maksimal di lapangan untuk melakukan pencarian dan pendalaman terhadap kemungkinan keberadaan pelaku.

Langkah ini diambil untuk menjawab keresahan keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Advertisement

Selain itu, AKBP Restu berjanji akan memberikan informasi secara berkala kepada keluarga korban terkait perkembangan penyidikan maupun kendala yang dihadapi selama proses penanganan kasus.

Komitmen keterbukaan ini dinilai penting agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat.

Pendekatan Humanis Redam Ketegangan Aksi

Usai mendengarkan seluruh aspirasi, Kapolres Bulukumba menyampaikan apresiasi kepada Aliansi Pemuda Sapobonto yang telah menyampaikan pendapat secara tertib dan damai.

Ia menilai aksi damai seperti ini menjadi bentuk kontrol sosial yang penting dalam menjaga proses hukum tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Kami menghargai semangat adik-adik sekalian. Mari kita kawal bersama kasus ini agar keadilan bagi korban dapat segera terpenuhi,” ujar AKBP Restu di hadapan massa aksi.

Pernyataan itu disambut dengan suasana yang jauh lebih cair.

Tidak ada bentrokan, tidak ada ketegangan berkepanjangan.

Bahkan, aksi ditutup dengan jabat tangan antara aparat dan peserta demonstrasi.

Pendekatan dialogis yang dipilih Kapolres terbukti efektif meredam situasi.

Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, sementara arus lalu lintas di jalur poros Bulukumba-Sinjai yang sempat dialihkan kembali berjalan normal.

Human Interest: Ketika Aspirasi Didengar Dari Atas Aspal

Pemandangan seorang Kapolres duduk lesehan bersama demonstran bukan hal yang lazim.

Tetapi di Bulukumba, cara sederhana itu justru menjadi simbol kuat bahwa negara hadir untuk mendengar.

Di atas aspal panas, tanpa podium dan tanpa jarak, warga merasa aspirasinya benar-benar diterima.

Bagi keluarga korban, kehadiran langsung pimpinan kepolisian menjadi sedikit pengobat dari rasa kecewa yang selama ini mereka rasakan.

Bagi masyarakat luas, itu menjadi sinyal bahwa penanganan kasus tidak dibiarkan berjalan tanpa arah.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *