Bulukumba Tuan Rumah High Level Meeting TPID Zona I, Andi Utta Paparkan Strategi Tekan Inflasi Hingga Jadi Terendah Kedua Di Sulsel

3 menit membaca View : 102
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 21 Okt 2025

Mediaraya.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bulukumba bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting dan Capacity Building penyusunan neraca pangan di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba, Selasa, 21 Oktober 2025.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona I yang meliputi Bulukumba, Kepulauan Selayar, Bantaeng, dan Jeneponto.

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Ekonomi Gubernur Sulsel bidang Kerakyatan Dr.

Since Erna Lamba, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Wahyu Purnama, serta para kepala daerah di Zona I, termasuk Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin, dan Wakil Bupati Jeneponto Muhammad Islam Iskandar.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf juga hadir langsung memimpin kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf mengungkapkan bahwa Bulukumba pernah menjadi daerah terbaik kedua se-Indonesia dalam pengendalian inflasi.

Prestasi tersebut dicapai berkat percepatan program ketahanan pangan yang digencarkan sejak awal pemerintahannya.

“Kami masifkan pembersihan lahan masyarakat secara gratis. Kami terus edukasi masyarakat menanam tanaman berkualitas ekspor agar nilai jualnya lebih tinggi,” kata Andi Utta.

Ia kemudian merinci sejumlah program strategis yang dijalankan Pemkab Bulukumba, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan.

Sektor Pertanian

Pengadaan Alsintan dan bibit unggul gratis

Kerja sama CSR swasta

Pemanfaatan pupuk organik & kimia secara berimbang

Sektor Perkebunan

Fasilitasi bibit hortikultura gratis

Pendampingan OPD bersama TNI/Polri

Sektor Perdagangan

Monitoring harga pangan mingguan

Menjamin ketersediaan komoditas melalui Bulog dan OPD

Andi Utta juga menyoroti inovasi GEMOIH (Gerakan Menanam Lombok Nikmati Hasilnya) yang digagas TP PKK Bulukumba bersama desa dan kelurahan untuk memanfaatkan lahan kosong.

“Pegawai OPD juga memanfaatkan pekarangan kantor untuk menanam lombok dan sayuran,” ujarnya.

Deputi Kepala BI Sulsel Wahyu Purnama menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi, terutama inflasi pangan.

Ia menyampaikan perkembangan inflasi Sulsel hingga September 2025.

Deflasi Agustus: –0,17 persen

Inflasi Agustus: 0,04 persen

Inflasi year-to-date Sulsel (Jan–Sept 2025): 2,32 persen

Inflasi Bulukumba: 2,15 persen (terendah kedua setelah Makassar)

“Makassar paling rendah 2,00 persen, disusul Bulukumba. Ini capaian yang membanggakan,” ujar Wahyu disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga menjelaskan pembagian pengendalian inflasi per zona dimaksudkan agar daerah dapat saling melengkapi kebutuhan dan fokus pada prioritas masing-masing.

Staf Ahli Ekonomi Gubernur Sulsel, Dr. Since Erna Lamba, mengapresiasi TPID Bulukumba dan BI Sulsel atas penyelenggaraan kegiatan ini.

Ia menekankan bahwa deflasi –0,17 persen pada September membawa pesan kehati-hatian.

“Deflasi menunjukkan penurunan daya beli. Karena itu kita harus mendorong ekonomi di daerah—Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, dan Selayar—berbasis potensi unggulan masing-masing,” ujarnya.

Pada September 2025, inflasi Year-on-Year tercatat 2,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,90, berada di bawah angka nasional (108,74) dan Provinsi Sulsel (108,72).

Melalui kegiatan ini, Bulukumba mempertegas perannya sebagai daerah strategis dalam pengendalian inflasi regional.

Sinergi pemerintah, BI, dan TPID menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah selatan Sulawesi.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *