Reses Rizal Sarib Di Herlang: Nelayan Keluhkan Minim Bantuan, Jembatan Tua Dan Hama Babi Jadi Sorotan

2 menit membaca View : 304
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 02 Des 2025

Mediaraya.id – Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Sarib, ST, melaksanakan reses di Desa Gunturu, Kecamatan Herlang, pada Selasa (2/12/2025).

Kegiatan temu konstituen tersebut menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang selama ini belum tertangani.

Dalam dialog terbuka itu, warga khususnya kelompok nelayan mengeluhkan bahwa mereka sudah lama tidak menerima bantuan dari pemerintah.

Kondisi ini dinilai memberatkan, mengingat sebagian besar nelayan masih mengandalkan alat tangkap sederhana.

Selain itu, masyarakat Dusun Bajanga juga menyoroti keberadaan jembatan penghubung Bajanga dan Kelurahan Tanuntung yang tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

Menurut warga, jembatan tersebut dibangun secara swadaya sekitar 30 tahun lalu dan hingga kini belum pernah direhabilitasi, padahal menjadi akses utama bagi mobilitas warga.

Permasalahan lain yang mencuat adalah meningkatnya gangguan hama babi yang merusak kebun dan tanaman warga.

Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan tindakan tegas untuk mengendalikan populasi hama tersebut.

Menanggapi aspirasi tersebut, Rizal Sarib menjelaskan bahwa beberapa kebutuhan masyarakat akan diupayakan melalui skema pendanaan yang memungkinkan.

“Kalau tentang rompong memang agak berat karena adanya pemotongan dana dari pusat. Namun untuk jembatan, nanti kita usahakan melalui dana bencana. Begitu pula dengan hama babi, kita akan upayakan perburuan serentak di seluruh kecamatan,” ujar Rizal.

Rizal menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi masyarakat Herlang ke tingkat pembahasan lebih lanjut di DPRD dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar solusi konkret dapat segera diwujudkan.

Reses ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Gunturu yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, perlindungan bagi nelayan, serta penanganan hama yang selama ini menghambat produktivitas mereka.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *