Security RSUD BulukumbaMediaraya.id – Ketegangan yang sempat terjadi antara keluarga pasien dan petugas security di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba saat insiden pemadaman listrik beberapa waktu lalu akhirnya diselesaikan secara baik-baik.
Peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik tersebut kini telah bertemu setelah kedua belah pihak melakukan komunikasi langsung dan saling memahami situasi yang terjadi saat itu.
Insiden bermula ketika aliran listrik di rumah sakit mengalami gangguan sementara, sehingga menimbulkan kepanikan dari pihak keluarga pasien yang saat itu sedang mendampingi anggota keluarganya menjalani tindakan medis.
Dalam situasi yang penuh tekanan tersebut, terjadi adu mulut antara keluarga pasien dan salah satu petugas keamanan rumah sakit.
Namun setelah dilakukan klarifikasi, kedua pihak menyadari bahwa ketegangan tersebut terjadi murni karena miskomunikasi dan kesalahpahaman di tengah situasi.
Pihak keluarga pasien saat itu merasa panik dan khawatir terhadap kondisi pasien, sehingga emosi sulit dikendalikan.
Sementara petugas security juga berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif di area rumah sakit.
Setelah dipertemukan, keduanya sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan tanpa memperpanjang masalah.
“Setelah kami bertemu dan berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga pasien, kami memahami bahwa ketegangan yang terjadi hanyalah karena miskomunikasi dan kepanikan sesaat, sehingga kami sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan dengan saling menghormati.”, terang Farhan salah satu security RSUD Bulukumba.
Pihak security menyatakan tidak ada niat untuk memperkeruh keadaan dan seluruh tindakan yang dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan lingkungan rumah sakit.
“Kami dari pihak security RSUD Bulukumba tidak pernah berniat memperkeruh situasi, seluruh tindakan yang kami lakukan saat itu semata-mata untuk menjaga keamanan dan memastikan kondisi rumah sakit tetap kondusif di tengah situasi darurat akibat pemadaman listrik.” ujarnya.
Manajemen RSUD Bulukumba turut mengapresiasi sikap dewasa dari kedua belah pihak yang telah bertemu dan memperjelas akar persoalannya, hingga kesalahapahaman dapat di selesaikan.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama, termasuk evaluasi terhadap sistem penanganan kondisi darurat agar kejadian serupa tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh, serta tetap mengedepankan komunikasi yang sehat dalam setiap situasi pelayanan publik.***
Tidak ada komentar