Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat membuka puncak kegiatan PINISI 24 yang menampilkan 101 inovasi karya CPNS Formasi 2024 di Gedung Pinisi, Rabu 6 Mei 2026.Mediaraya.id – Suasana Lantai 4 Gedung Pinisi, Kabupaten Bulukumba, mendadak ramai sejak pagi, Rabu 6 Mei 2026.
Di ruangan itu, ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mempresentasikan gagasan mereka satu per satu.
Bukan sekadar tugas pelatihan dasar, tetapi solusi nyata bagi pelayanan publik yang selama ini kerap tersendat.
Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf secara resmi membuka puncak kegiatan PINISI 24 atau Pameran Inovasi dan Aktualisasi CPNS Formasi 2024.
Kegiatan ini disebut sebagai pameran inovasi CPNS pertama di Indonesia yang diinisiasi langsung oleh peserta Latsar CPNS.
Sebanyak 101 inovasi dipamerkan dalam ajang tersebut.
Mulai dari digitalisasi pelayanan administrasi, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga inovasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di unit kerja masing-masing.
PINISI 24 Jadi Ruang Lahirnya ASN Kreatif
PINISI 24 bukan hanya seremoni birokrasi.
Di balik stan-stan sederhana yang dipenuhi presentasi visual dan produk layanan, tersimpan semangat baru birokrasi muda di Bulukumba.
Ketua panitia pelaksana, Syahrul, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya membangkitkan tradisi intelektual di lingkungan pemerintahan.
“PINISI 24 menjadi bukti bahwa ide kami tidak berhenti di kepala, tetapi turun menjadi karya. Kami datang bukan sekadar mengisi ruang administrasi, tapi untuk memberi dampak,” ujar Syahrul.
Menurutnya, 101 inovasi tersebut menjadi simbol lahirnya aparatur muda yang progresif, adaptif, dan solutif.
Semangat itu dirangkum dalam slogan khas Bulukumba, “Dikerja Bukan Dicerita”.
Tidak hanya menampilkan inovasi CPNS, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran UMKM binaan daerah bersama Dekranasda serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kolaborasi itu membuat PINISI 24 terasa lebih dekat dengan warga, bukan sekadar agenda internal pemerintahan.
Pesan Bupati Bulukumba Untuk ASN Muda
Dalam sambutannya, Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta, menekankan pentingnya budaya inovasi di lingkungan birokrasi.
Ia menyampaikan lima pesan utama kepada CPNS muda.
Pertama, memastikan setiap penggunaan anggaran memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kedua, menumbuhkan kreativitas dalam rutinitas kerja.
Ketiga, memahami realitas birokrasi agar kebijakan berjalan efektif. Keempat, menjaga integritas dan etika profesi. Kelima, memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kegiatan PINISI 24 ini menjadi ruang yang strategis bagaimana mendukung semangat perubahan dan lahirnya inovasi di lingkungan Aparatur Sipil Negara. Saya percaya CPNS yang hadir hari ini adalah generasi yang bisa menentukan arah Kabupaten Bulukumba selanjutnya,” kata Andi Utta.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta.
Sebab, tantangan birokrasi saat ini bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif di tengah tuntutan masyarakat yang terus berubah.
Dapat Apresiasi Dari Akademisi Dan LAN Makassar
Substansi kegiatan semakin kuat melalui talkshow inspiratif bertajuk “Antara Realitas Birokrasi dan Inovasi”.
Acara itu menghadirkan Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Aidir Amin Daud, Kepala Bagian Umum Pusjar SKMP LAN Makassar, Zulchaidir, serta Pimpinan Harian Radar Selatan, Sunarti Sain sebagai moderator.
Dalam sesi tersebut, Prof. Aidir membagikan pengalamannya mendigitalisasi layanan hukum hingga mampu memangkas biaya verifikasi partai politik sampai 98,5 persen.
“Inovasi adalah kunci untuk menerabas kelambanan administrasi. Pesan saya, kreatif itu penting dan jangan pernah menyerah pada situasi,” ungkap Prof. Aidir.
Ia juga memberi apresiasi khusus terhadap dokumentasi 101 inovasi CPNS Bulukumba dalam bentuk majalah.
Menurutnya, langkah itu menunjukkan wajah birokrasi modern yang lebih terbuka dan menarik.
Sementara itu, Zulchaidir menilai PINISI 24 sebagai kegiatan inovasi CPNS pertama dan satu-satunya di Indonesia saat ini.
Bahkan, LAN Makassar berencana menjadikan konsep tersebut sebagai model nasional dalam pelaksanaan aktualisasi Latsar CPNS di berbagai daerah.
Harapan Lahirnya Birokrasi Adaptif
PINISI 24 memberi gambaran bahwa birokrasi tidak selalu identik dengan prosedur lambat dan formalitas.
Di tangan generasi ASN muda, pelayanan publik mulai diarahkan lebih adaptif dan berbasis solusi.
Di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi pemerintahan, inovasi seperti ini menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.
Terlebih, masyarakat kini menuntut layanan yang cepat, mudah, dan berdampak langsung.
Jika konsisten dikembangkan, 101 inovasi CPNS Bulukumba bukan hanya akan memperkuat pelayanan publik daerah, tetapi juga membuka jalan lahirnya budaya kerja ASN yang lebih kreatif dan berorientasi pada hasil.***
Tidak ada komentar