Sebanyak 32 pegawai baru mengikuti orientasi umum yang digelar RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja sebagai pembekalan awal untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan pemahaman budaya kerja rumah sakit, Rabu (13/5/2026).Mediaraya.id – Suasana Aula Lantai 2 RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja tampak sibuk sejak pagi, Rabu, 13 Mei 2026.
Sebanyak 32 pegawai baru mengikuti orientasi umum yang digelar manajemen rumah sakit sebagai langkah awal sebelum mereka turun langsung melayani pasien di unit kerja masing-masing.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda administratif.
Di balik sesi materi yang berlangsung seharian, rumah sakit rujukan di wilayah selatan Sulawesi Selatan itu sedang menanamkan satu pesan utama kepada para pegawai baru: pelayanan kepada masyarakat adalah inti dari seluruh pekerjaan di rumah sakit.
Dalam laporannya, Arman menyampaikan bahwa orientasi umum merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh pegawai baru sebelum menjalankan tugas.
“Orientasi umum ini adalah wajib kita lakukan untuk menyampaikan kepada para pegawai yang bekerja di rumah sakit sebelum melaksanakan tugasnya di bagian masing-masing sebagai upaya untuk memperkenalkan visi dan misi rumah sakit ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.
Menurutnya, manajemen berkewajiban memastikan seluruh pegawai memahami sistem kerja, budaya organisasi, hingga standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
“Pada hari ini kita telah melaksanakan kegiatan tersebut. Perlu kami juga melaporkan bahwa jumlah peserta yang diorientasi sebanyak 32 orang,” tambahnya.
Orientasi Jadi Pondasi Pelayanan Rumah Sakit
Orientasi pegawai baru di RSUD Bulukumba dirancang bukan hanya untuk mengenalkan lingkungan kerja, tetapi juga membangun disiplin profesi dan kemampuan adaptasi tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung lainnya.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai visi dan misi rumah sakit, struktur organisasi, hak dan kewajiban pegawai, hingga kebijakan internal yang harus dipatuhi selama bekerja.
Di sela kegiatan, suasana tampak serius namun cair.
Sejumlah peserta terlihat mencatat materi penting yang disampaikan pemateri.
Bagi sebagian pegawai baru, hari pertama orientasi menjadi pengalaman awal memasuki dunia pelayanan kesehatan yang menuntut ketelitian sekaligus empati.
Manajemen rumah sakit juga menekankan pentingnya menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Karena itu, materi mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga budaya pelayanan menjadi fokus utama selama orientasi berlangsung.
Tekankan Semangat Satu Tim Kerja
Wakil Direktur Pelayanan Non Medik, Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Muh. Irfan, meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan fokus agar mampu memahami budaya kerja rumah sakit secara utuh.
“Kami harap seluruh peserta tetap fokus mengikuti agenda yang sudah disiapkan panitia. Materi akan dipadatkan dalam satu hari untuk memberikan gambaran bagaimana idealnya kita sebagai karyawan di rumah sakit,” katanya.
Menurut Irfan, setiap pegawai di rumah sakit memiliki tanggung jawab yang sama besar dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tanpa memandang posisi ataupun bidang kerja.
“Inti dari semuanya adalah pelayanan. Kita akan menjadi pelayan kepada pasien-pasien yang membutuhkan penanganan kesehatan di rumah sakit. Jadi kita tidak memandang posisinya dari mana, kita adalah satu kesatuan tim kerja,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana rumah sakit berupaya membangun budaya kerja kolaboratif.
Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, keberhasilan penanganan pasien tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga kerja bersama seluruh unsur pendukung rumah sakit.
Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Pelaksanaan orientasi pegawai baru menjadi bagian dari komitmen RSUD Bulukumba dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Sebagai rumah sakit rujukan di kawasan selatan Sulawesi Selatan, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang profesional dan adaptif dinilai semakin penting.
Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan humanis, rumah sakit dituntut terus memperkuat kualitas SDM.
Karena itu, orientasi tidak hanya menjadi kegiatan formal tahunan, tetapi juga langkah strategis membangun standar pelayanan yang lebih baik.
“Kami berharap seluruh peserta mampu memberikan pelayanan terbaik sehingga dapat menghadirkan kepuasan bagi masyarakat yang datang berobat ke rumah sakit,” harap Muh. Irfan.
Ke depan, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja menargetkan peningkatan mutu pelayanan berbasis profesionalisme, keselamatan pasien, dan penguatan budaya kerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***
Tidak ada komentar