Mediaraya.id - Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf membakar semangat ratusan pengurus Tim Penggerak PKK yang memadati Aula Kahayya Gedung Pinisi, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam pelantikan dan pengukuhan Ketua TP PKK serta Bunda PAUD Kecamatan Ujung Bulu, Bontotiro, dan Kindang, ia menegaskan bahwa perempuan harus mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan daerah dan tidak lagi berada di belakang laki-laki dalam berbagai sektor kepemimpinan.
Pesan itu disampaikan langsung di hadapan para pengurus PKK, pejabat pemerintah daerah, hingga para camat yang hadir.
Menurut Bupati Bulukumba yang akrab disapa Andi Utta, kemajuan Bulukumba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan yang memiliki kompetensi dan kapasitas kepemimpinan.
Perempuan Dinilai Mampu Menjadi Motor Pembangunan
Di awal sambutannya, Bupati Bulukumba mencontohkan bahwa saat ini perempuan telah membuktikan kemampuannya memimpin di berbagai level pemerintahan.
"Tidak selamanya harus laki-laki yang bisa. Perempuan juga banyak yang bisa memimpin. Seperti di sini ada dua camat, Ujung Bulu dan Bontotiro," ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias peserta yang memenuhi aula.
Bagi Andi Utta, dominasi laki-laki dalam berbagai institusi selama ini tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk tampil dan berkontribusi lebih luas.
Ia bahkan menyinggung sejumlah negara yang pernah dipimpin oleh perempuan sebagai bukti bahwa kapasitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender.
"Kita lihat beberapa perdana menteri adalah seorang perempuan. Jadi perempuan jangan mau kalah, harus ambil peran untuk pembangunan Bulukumba," katanya.
Pesan itu bukan sekadar motivasi. Di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, keterlibatan perempuan dinilai menjadi salah satu modal sosial penting untuk mempercepat kemajuan daerah.
PKK Diminta Aktif Mengubah Pola Pikir Masyarakat
Selain menyoroti kepemimpinan perempuan, Bupati Bulukumba juga memberikan perhatian khusus terhadap peran PKK dalam pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, organisasi PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat hingga tingkat desa serta kelurahan.
"Saya harap kita semua mengerjakan potensi yang ada. PKK harus banyak-banyak mengedukasi masyarakat. Tentu akan berdampak pada kemajuan ekonomi," jelasnya.
Andi Utta menilai salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi masyarakat adalah pola pikir yang belum sepenuhnya produktif.
Karena itu, ia meminta PKK menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi warga agar lebih aktif memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.
Ia menegaskan bahwa peningkatan produktivitas masyarakat akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Bagaimana mau gerak kalau ekonominya buruk?. Saya sudah berupaya maksimal edukasi masyarakat dengan membagikan bibit gratis. Ekonomi masyarakat baik, maka semua akan jadi baik," ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Bulukumba
Dalam kesempatan tersebut, Andi Utta juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal produktif dan menghindari kebiasaan yang tidak memberi manfaat bagi pembangunan.
"Tak usah ceritakan kejelekan orang lain. Jangan ngejekin orang. PKK harus paham tanggung jawabnya apa. Saya tekankan jangan buang waktu. Waktu jangan berlalu tanpa ada karya. Baik buruknya Bulukumba ke depan tergantung tindakan kita hari ini," tegasnya.
Pesan tersebut menggambarkan visi pembangunan yang menekankan kolaborasi, produktivitas, dan kerja nyata sebagai fondasi kemajuan daerah.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak dalam satu tujuan membangun Bulukumba yang lebih maju dan sejahtera.
"Pada akhirnya saya mengucapkan selamat kepada yang dilantik. Kita harus kolaborasi. Tanpa kolaborasi, tak akan bisa Bulukumba dibangun dengan baik. Kita harus menyatu. Satu visi satu misi satu tujuan," tambahnya.
Posyandu Era Baru Jadi Penguatan Layanan Publik
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menegaskan bahwa PKK memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang saat ini terus didorong Pemerintah Kabupaten Bulukumba adalah pengembangan Posyandu Era Baru.
"Apalagi saat ini Bulukumba juga sudah mendorong lahirnya Posyandu Era Baru yang mengintegrasikan banyak layanan kepada masyarakat," ungkapnya.
Andi Herfida menjelaskan bahwa Posyandu Era Baru merupakan transformasi dari layanan Posyandu konvensional menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu.
Tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, layanan tersebut kini mencakup bidang pendidikan, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga layanan sosial lainnya.
"Olehnya itu, transformasi Posyandu menjadi Posyandu Era Baru menjadi langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan publik di tingkat desa dan kelurahan," ujarnya.
Ia berharap seluruh jajaran PKK dapat memperkuat sinergi dan bekerja secara terukur demi melahirkan masyarakat Bulukumba yang lebih unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Pelantikan dan pengukuhan Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Bulu, Bontotiro, dan Kindang berlangsung dalam suasana penuh semangat.
Kehadiran ratusan kader PKK menjadi gambaran bahwa perempuan tetap menjadi salah satu kekuatan sosial terbesar dalam menggerakkan pembangunan dari tingkat keluarga hingga daerah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, PKK, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Bulukumba yang lebih maju, produktif, dan sejahtera.***