100 ASN Ikut Coaching Clinic IGA 2026, Bulukumba Bidik Status Kabupaten Sangat Inovatif

4 menit membaca View : 10
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 12 Mei 2026

Mediaraya.id – Langkah cepat langsung diambil Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk memperkuat daya saing inovasi daerah.

Melalui Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab menggelar Coaching Clinic Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 di Ruang Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan administratif.

Di balik suasana formal ruangan, tersimpan target besar: meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) sekaligus membawa Bulukumba naik level menjadi daerah “Sangat Inovatif”.

Sebanyak 100 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.

Mereka terdiri dari perwakilan dua orang dari setiap SKPD dan 10 kecamatan se-Kabupaten Bulukumba.

Salah satu yang tampak hadir ialah Camat Bonto Tiro, Andi Endang Darwis.

Coaching Clinic IGA 2026 Percepat Pendokumentasian Inovasi

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Anugrahwati Husain, memandu jalannya kegiatan yang difokuskan pada percepatan pendokumentasian serta penginputan data inovasi daerah yang valid dan berkualitas.

Upaya ini dinilai penting karena banyak inovasi pelayanan publik yang lahir di daerah, namun belum terdokumentasi dengan baik.

Akibatnya, potensi inovasi sering tidak terbaca dalam penilaian nasional.

Kepala Bapperida Bulukumba, A. Irma Darmayanti, menegaskan bahwa inovasi tidak boleh dipandang sekadar kewajiban administratif.

“Inovasi adalah urat nadi pelayanan publik. Ide yang brilian tidak akan terlihat jika tidak didukung oleh pendokumentasian yang baik. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pendampingan ini dengan serius agar skor Indeks Inovasi Daerah kita meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan capaian membanggakan Bulukumba sepanjang 2026.

Sebanyak 22 inovasi daerah telah didaftarkan pada ajang internasional seperti Guangzhou Award dan OECD-OPSI.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa inovasi daerah Bulukumba mulai mendapat perhatian lebih luas di tingkat global.

PINISI 24 Dan 101 Inovasi CPNS Jadi Sorotan

Suasana kegiatan sempat berubah lebih hangat ketika sesi diskusi interaktif berlangsung.

Narasumber Dr. Abd. Rahman Ramlan berdialog langsung dengan sejumlah peserta dari kalangan CPNS.

Dalam forum itu, muncul momentum penting melalui peluncuran inovasi PINISI 24, sebuah gerakan yang menghimpun 101 inovasi aktualisasi dari CPNS baru di lingkup Pemkab Bulukumba.

Program ini disebut sebagai energi baru dalam membangun budaya inovasi di pemerintahan daerah.

Dr. Abd. Rahman Ramlan memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan tersebut.

Menurutnya, inovasi dari CPNS tidak boleh berhenti sebagai tugas aktualisasi semata.

Advertisement

“Semangat dari rekan-rekan CPNS ini adalah energi baru bagi Bulukumba. Kita akan kawal agar aktualisasi diri ini bertransformasi menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi pelayanan publik,” katanya di hadapan peserta.

Kehadiran generasi muda birokrasi dianggap membawa perspektif baru dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Mulai dari layanan digital, tata kelola pemerintahan, hingga solusi berbasis teknologi dinilai berpotensi berkembang dari gerakan ini.

Bulukumba Target Jadi Kabupaten Sangat Inovatif

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah.

Ia meminta seluruh instansi memaksimalkan Gedung Pinisi sebagai pusat kolaborasi tanpa sekat birokrasi.

Menurutnya, ego sektoral menjadi tantangan yang harus dihilangkan jika ingin melahirkan inovasi yang berdampak luas.

“Tahun lalu kita berada di peringkat 90 kategori Kabupaten Inovatif. Tahun ini, dengan adanya tambahan energi inovasi dari berbagai lini, kita harus naik kelas menjadi ‘Sangat Inovatif’. Potensi kita besar, jangan lagi terhambat oleh ego sektoral,” tegasnya.

Target yang dipasang pun cukup ambisius. Pemkab Bulukumba ingin skor indeks inovasi daerah menembus angka 60 pada tahun ini.

Optimisme itu diperkuat dengan berkembangnya ekosistem kolaborasi digital melalui Innovation Cafe (iCafe).

Pada akhir kegiatan, Ketua TIM iCafe Hybrid Hub, Ubayd Mantsur bersama anggota tim menyerahkan cenderamata kepada Pemkab Bulukumba sebagai bentuk dukungan menuju Kompetisi Inovasi Digital PIDI DIGDAYA Hackaton 2026.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa arah pembangunan daerah kini mulai bergerak menuju kolaborasi berbasis teknologi dan kreativitas anak muda.

Budaya Inovasi Jadi Harapan Baru Pelayanan Publik

Coaching Clinic IGA 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh instansi di Bulukumba untuk lebih adaptif, cepat, dan kreatif dalam melahirkan solusi pelayanan publik.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap layanan pemerintahan yang semakin modern, inovasi tidak lagi menjadi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.

Jika semangat kolaborasi ini terus terjaga, Bulukumba bukan hanya berpeluang naik peringkat dalam Indeks Inovasi Daerah, tetapi juga membangun identitas baru sebagai kabupaten yang terbuka terhadap perubahan dan teknologi.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS